Penelitian ini menganalisis perilaku konservasi air siswa SMA Negeri X di
Bandung menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB) dengan
membandingkan konteks rumah dan sekolah. Menggunakan pendekatan kuantitatif
dan non-probability sampling, data valid berhasil dikumpulkan dari 139 responden
siswa kelas XI yang berusia 17–18 tahun. Data kemudian dianalisis menggunakan
regresi linear berganda serta berbagai uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
model TPB valid secara simultan dalam menjelaskan niat dan perilaku hemat air
siswa. Namun, analisis parsial mengungkap dikotomi yang jelas: perilaku di rumah
didorong oleh niat otonom, sedangkan perilaku di sekolah murni digerakkan oleh
Persepsi Kontrol Perilaku (PBC). Skor PBC dan tindakan aktual di sekolah terbukti
secara signifikan lebih tinggi dibandingkan di rumah. Temuan ini tidak disebabkan
oleh otomatisasi teknologi karena sekolah masih menggunakan keran manual,
melainkan dipicu oleh defisiensi pasokan air bersih harian dan air tanah yang
berwarna kuning yang bertindak sebagai pemaksa situasional. Kondisi tersebut
memicu fenomena kesenjangan terbalik (reverse gap) di sekolah, di mana tindakan
aktual siswa secara signifikan melampaui niat awal mereka akibat batasan
lingkungan yang mengambil alih kendali kognitif. Sebaliknya, tidak terdapat
kesenjangan niat-perilaku yang signifikan dalam konteks rumah. Pengujian
tambahan membuktikan bahwa faktor sosio-demografi (gender, uang saku,
pendidikan orang tua), paparan kurikulum akademik (Biologi/Geografi), riwayat
krisis air domestik, dan kepadatan hunian tidak berpengaruh signifikan terhadap
perilaku aktual siswa di sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterbatasan
sumber daya efektif memaksa efisiensi perilaku secara pasif di sekolah. Pihak
sekolah direkomendasikan untuk melakukan optimalisasi filtrasi air serta
menerapkan kontrol rekayasa (engineering control) proaktif melalui pemasangan
teknologi hemat air (seperti keran tekan otomatis atau aerator) untuk menjaga
keberlanjutan konservasi di masa depan tanpa bergantung pada fluktuasi motivasi
internal individu.
Perpustakaan Digital ITB