digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Ekspansi industri nikel global yang didorong oleh transisi energi telah mempercepat intensifikasi aktivitas pertambangan di Indonesia, khususnya di Morowali. Meskipun memberikan kontribusi ekonomi signifikan, aktivitas ini menimbulkan dampak kesehatan dan lingkungan yang kompleks, sementara kajian mengenai persepsi risiko masyarakat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi risiko kesehatan dan lingkungan masyarakat, variasinya secara spasial dan demografis, serta faktor-faktor yang membentuk persepsi dan respons masyarakat di kawasan industri nikel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis survei terhadap 384 responden di Kecamatan Bahodopi, Morowali. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang dikembangkan dari integrasi place attachment theory, classical risk perception theory, dan political ecology of health, serta dianalisis menggunakan CB-SEM, uji t, dan ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi risiko yang relatif tinggi, terutama terhadap paparan debu dan penurunan kualitas udara. Persepsi risiko bervariasi signifikan berdasarkan kedekatan spasial terhadap sumber industri, lama tinggal, status lokalitas, dan pengalaman kesehatan, namun tidak dipengaruhi secara signifikan oleh karakteristik demografis umum. Secara struktural, kepercayaan terhadap institusi terbukti menurunkan persepsi risiko dan meredam respons masyarakat, sementara keterikatan tempat meningkatkan persepsi risiko dan mendorong respons yang lebih aktif. Ketergantungan ekonomi tidak berpengaruh signifikan, sedangkan ekologi politik kesehatan berperan secara tidak langsung melalui mekanisme struktural. Persepsi risiko juga berfungsi sebagai mediator utama yang mendorong respons psikososial dan perilaku masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi risiko di kawasan industri ekstraktif bersifat multidimensional dan tidak dapat dijelaskan oleh pendekatan ekonomi semata. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui integrasi perspektif psikologis, sosial, dan politik dalam memahami persepsi risiko.