digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Elbert Reynaldi
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER Elbert Reynaldi
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Elbert Reynaldi
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Elbert Reynaldi
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Elbert Reynaldi
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Elbert Reynaldi
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Elbert Reynaldi
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA Elbert Reynaldi
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN Elbert Reynaldi
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

Pengembangan baterai all-solid-state (ASSBs) di wilayah dengan keterbatasan sumber daya masih terhambat oleh tingginya biaya dan kompleksitas teknik fabrikasi yang tersedia. Pada penelitian ini, dilakukan fabrikasi katoda komposit LATP–LFP menggunakan peralatan konvensional serta evaluasi terhadap sifat green body yang dihasilkan. Pelet difabrikasi melalui pencampuran manual dengan mortar dan pestle, proses pengayakan, kompaksi pada tekanan 100 MPa dan 300 MPa, serta pengeringan menggunakan oven. Densitas relatif dievaluasi dengan metode Archimedes dan metode geometris; metode Archimedes menghasilkan nilai lebih rendah akibat sifat porositas green body, sedangkan metode geometris (59%–71%) memberikan hasil yang lebih konsisten. Analisis regresi menunjukkan bahwa pada tekanan 100 MPa densitas berkurang sekitar 2,15% untuk setiap peningkatan 10% kandungan LFP, sedangkan pada 300 MPa penurunan hanya sekitar 1,07%, menegaskan bahwa tekanan tinggi meningkatkan densifikasi dan mengurangi ketergantungan terhadap komposisi. Kekasaran permukaan (S?) juga dievaluasi, dimana nilai S? meningkat seiring peningkatan kandungan LFP. Namun, efek tersebut menjadi lebih stabil pada tekanan kompaksi 300 MPa, sehingga menghasilkan permukaan yang lebih seragam. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kompaksi 300 MPa merupakan parameter kritis untuk memperoleh pelet yang lebih padat, halus, dan seragam, sekaligus memvalidasi proses fabrikasi berbiaya rendah ini sebagai metode yang layak untuk pengembangan penelitian ASSBs di wilayah dengan keterbatasan sumber daya.