Crashworthiness merupakan aspek krusial dalam keselamatan struktur dan transportasi, di mana kemampuan penyerapan energi dan pengendalian deformasi sangat penting untuk mengurangi risiko cedera selama peristiwa tumbukan. Penelitian ini mengkaji kinerja crashworthiness kolom aluminium berbentuk heksagonal yang diisi dengan struktur kisi (lattice), yaitu pola heksagon standar dan honeycomb re-entrant, yang diproduksi menggunakan teknologi manufaktur aditif. Struktur mikro tersebut dievaluasi melalui pengujian tekan aksial kuasi-statik untuk menilai kemampuan penyerapan energi serta perilaku kegagalannya.
Metode eksperimen meliputi pengujian tekan pada kolom aluminium heksagonal, baik tanpa isian maupun dengan berbagai jenis lattice, untuk mengkuantifikasi parameter seperti beban puncak, gaya hancur rata-rata, penyerapan energi spesifik, dan efisiensi penghancuran. Sebuah alat uji yang dirancang khusus digunakan untuk merekam pola deformasi serta respons beban–perpindahan. Isian lattice dirancang dengan massa dan dimensi batas yang identik guna memastikan perbandingan yang terkendali.
Penggunaan perangkat uji khusus memungkinkan penangkapan pola deformasi dan respons beban-perpindahan secara akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengisi lattice secara signifikan meningkatkan stabilitas struktural dengan mengubah mekanisme deformasi dari global buckling menjadi pelipatan progresif lokal (localized progressive folding). Pola hibrida dan re-entrant, yang memiliki jumlah sudut internal dan engsel plastik yang lebih banyak, menghasilkan SEA dan CFE yang lebih unggul dibandingkan kolom kosong atau heksagonal standar. Dengan mempertahankan massa dan dimensi batas yang identik untuk perbandingan terkontrol, temuan ini menunjukkan bahwa pengisi auxetic dan hibrida hasil cetak 3D menawarkan solusi berkinerja tinggi yang dapat disesuaikan untuk mengoptimalkan disipasi energi dalam aplikasi transportasi yang kritis terhadap keselamatan.
Perpustakaan Digital ITB