digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Syarif Ahmad Nabil
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Stabilitas parameter kualitas air merupakan faktor penting dalam sistem akuaponik dan perairan skala kecil karena secara langsung memengaruhi kesehatan organisme dan kinerja sistem. Parameter seperti pH, oksigen terlarut, dan suhu perlu dipantau secara kontinu dan dikendalikan secara tepat waktu untuk mencegah fluktuasi yang merugikan. Dalam praktiknya, pemantauan dan penyesuaian secara manual sering kali tidak konsisten dan mengalami keterlambatan, terutama pada sistem berbiaya rendah atau bersifat eksperimental. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah prototipe sistem yang mampu memantau dan mengatur parameter kualitas air tertentu secara otomatis dengan menekankan kesederhanaan, keterjangkauan biaya, dan kemudahan perawatan. Sistem yang dikembangkan menggunakan Arduino Nano sebagai unit pengendali utama yang terintegrasi dengan beberapa sensor analog untuk pengukuran pH, oksigen terlarut, dan suhu. Logika kendali ON–OFF berbasis ambang batas diterapkan untuk mengatur pH menggunakan pompa peristaltik dan oksigen terlarut menggunakan pompa udara DC melalui antarmuka relay. Program supervisi berbasis LabVIEW dirancang untuk menyediakan visualisasi data secara real-time, input ambang batas oleh pengguna, komunikasi serial dengan mikrokontroler, serta pencatatan data secara kontinu. Sistem dirakit dan diuji dalam lingkungan tangki air terkendali, dengan kalibrasi sensor dilakukan menggunakan larutan referensi standar dan prosedur yang direkomendasikan oleh pabrikan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan pemantauan kualitas air secara real-time dengan stabil serta menjalankan pengendalian otomatis secara efektif dalam kondisi gangguan yang terkontrol. Kinerja pemantauan menunjukkan kestabilan yang memadai untuk seluruh parameter yang diukur, sementara pengujian kendali membuktikan bahwa sistem dapat mendeteksi penyimpangan, memberikan aksi korektif, dan mengembalikan parameter ke dalam rentang operasi yang telah ditentukan. Meskipun terdapat gangguan sesaat dan keterlambatan respons akibat proses pencampuran fisik dan sensitivitas sensor, kinerja keseluruhan tetap selaras dengan persyaratan dan tujuan perancangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan kendali ON–OFF berbiaya rendah dapat menjadi dasar yang praktis untuk manajemen kualitas air otomatis pada sistem akuaponik skala kecil atau prototipe