digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Dwi Allysa Jingga
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 1 Dwi Allysa Jingga
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 2 Dwi Allysa Jingga
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 3 Dwi Allysa Jingga
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 4 Dwi Allysa Jingga
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 5 Dwi Allysa Jingga
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 6 Dwi Allysa Jingga
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

PUSTAKA Dwi Allysa Jingga
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

LAMPIRAN Dwi Allysa Jingga
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Revitalisasi Alun-Alun Ciamis bertujuan untuk menambah RTH dan RTP, relokasi PKL, penataan parkir, dan penambahan fasilitas lain agar ruang lebih inklusif. Di tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Ciamis melakukan revitalisasi di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menggabungkan Alun-Alun Ciamis Wetan dan Alun-Alun Ciamis Kulon serta menambah sarana prasarana. Tahun 2024, pemerintah kembali merevitalisasi dengan menyediakan gedung parkir dan kuliner agar ruang publik bertambah dan tetap memenuhi kebutuhan fasilitas pengunjung. Meskipun sudah lengkap dan menarik secara visual, penambahan fasilitas baru memengaruhi kualitas dan pola aktivitas pemanfaatan ruang. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi Alun-Alun Ciamis pasca revitalisasi berdasarkan persepsi pengunjung dengan konsep placemaking, teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner, observasi, wawancara, dan studi literatur, serta metode analisis data berupa analisis konten, deskriptif kuantitatif, dan deskriptif kualitatif. Penelitian membandingkan kondisi sebelum dan setelah revitalisasi ditinjau dari fasilitas dan pemanfaatan ruang, dengan kesimpulan menunjukkan bahwa pasca revitalisasi berdasarkan persepsi, Alun-Alun Ciamis terdapat peningkatan dibanding sebelum revitalisasi dan sudah sesuai dengan keempat komponen placemaking. Meskipun masih perlu adanya perbaikan dalam aksesibilitas, keterhubungan, kebersihan, dan kenyamanan. Rekomendasi mencakup aksesibilitas, keterhubungan, kebersihan, dan kenyamanan yang harus ditingkatkan agar ruang tercipta lebih inklusif.