ABSTRAK Sekar Ayu Diva Ratu Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Sekar Ayu Diva Ratu Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Sekar Ayu Diva Ratu Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Sekar Ayu Diva Ratu Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Sekar Ayu Diva Ratu Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Sekar Ayu Diva Ratu Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Sekar Ayu Diva Ratu Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Sekar Ayu Diva Ratu Maharani
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Wisata Kuliner Lengkong Street Food terletak pada Jalan Lengkong Kecil,
Kelurahan Paledang, Kota Bandung, berkembang pesat sejak 2020, pedagang
memanfaatkan trotoar dan bahu jalan sebagai lapak berjualan. Perkembangan
masif ini berpotensi menimbulkan dampak fisik dan dampak lingkungan bagi
masyarakat sekitar, namun belum ada penelitian yang mengidentifikasinya secara
komprehensif berdasarkan persepsi masyarakat sekitarnya. Penelitian ini
bertujuan mengidentifikasi dampak fisik dan dampak lingkungan akibat Wisata
Kuliner Lengkong Street Food berdasarkan persepsi masyarakat sekitarnya,
sekaligus menyusun arahan pengembangan kawasan. Metode yang dipilih terdiri
dari mixed methods bersifat deskriptif serta pendekatan demand-oriented. Data
primer diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 111 responden warga
Kelurahan Paledang dan wawancara dengan pihak kelurahan. Analisis dilakukan
menggunakan Importance - Performance Analysis (IPA), statistik deskriptif, serta
kualitatif deskriptif. Keluaran dari penelitian memperlihatkan jika dampak fisik
adalah mayoritas yang menempati kategori memerlukan penanganan prioritas,
terutama terkait gangguan fungsi trotoar dan badan jalan akibat lapak pedagang,
ketidaktersediaan area parkir, serta rendahnya kenyamanan pejalan kaki.
Sebaliknya, seluruh indikator dampak lingkungan dinilai sudah ideal sehingga
perlu untuk dipertahankan, mencakup tata kelola persampahan, kebersihan setelah
operasional dan kenyamanan tinggal, yang terjaga karena koordinasi dengan
Dinas terkait serta kepatuhan pedagang terhadap batas jam operasional. Temuan
ini menjadi kebaruan penelitian karena berbeda dari dampak lingkungan yang
umumnya terjadi pada wisata kuliner perkotaan. Penelitian ini ikut memengaruhi
pada ilmu perencanaan wilayah dan kota dalam memahami transformasi ruang
jalan akibat pertumbuhan ekonomi informal berbasis persepsi masyarakat
Perpustakaan Digital ITB