digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pengambilan keputusan merupakan hal yang sangat vital bagi bisnis dan organisasi. Hal yang sama juga berlaku pada manajemen proyek. Untuk Badak LNG saat ini, konteks perlunya pengambilan keputusan yang baik juga terkait dengan proyek-proyek yang krusial untuk memastikan kesuksesan transformasi bisnis dan keberlanjutan bisnis Badak LNG di masa depan. Terlepas dari hal ini, masalah ditemukan pada salah satu proyek utama yang ditangani oleh Badak LNG, yaitu Proyek X. Terdapat tingkat kepuasan yang rendah pada pelaksanaan proyek serta berbagai macam isu terkait proyek seperti keterlambatan progress, pembengkakan biaya proyek, masalah pada kualitas konstruksi, pekerjaan berulang dan pada akhirnya isu terkait kehandalan dan operasional peralatan setelah komisioning. Isu-isu tersebut terindikasi terjadi karena permasalahan pada kualitas keputusan dan proses pengambilan keputusan di manajemen Proyek X. Gabungan penelitian kuantitatif dan kualitatif dilakukan untuk menyelidiki isu-isu seputar Proyek X. Evaluasi proyek juga dilakukan dengan menggunakan PMBOK Guide untuk menemukan masalah yang signifikan di Proyek X dari sudut pandangan manajemen proyek. Di akhir, analisis Masalah dengan metode Kepner-Tregoe digunakan untuk membuat struktur permasalahan dan menemukan penyebab utama permasalahan/akar masalah yang paling memungkinkan di Proyek X. ® Berdasarkan evaluasi, dapat disimpulkan bahwa permasalahan pada proyek X disebabkan oleh beberapa faktor: terbatasnya pengalaman tim proyek, kurangnya perencanaan proyek, kurangnya manajemen kualitas, kurangnya manajemen risiko dan kurangnya manajemen pengadaan pada Proyek X. Terdapat juga indikasi rendahnya kualitas keputusan dan proses pengambilan keputusan pada faktor-faktor tersebut. Untuk meningkatkan kualitas keputusan dan proses pengambilan keputusan, dilakukan evaluasi terhadap kerangka 6 DQ (Decision Quality) dan 10 QDMPs (Quality Decision Making Practices). Hasilnya, keduanya dapat menyelesaikan masalah keputusan yang kurang optimal di Proyek X. Dengan mengevaluasi keputusankeputusan kunci pada proyek X menggunakan kedua kerangka tersebut, prioritas peningkatan kualitas keputusan proyek dapat ditentukan. Di akhir, rekomendasi konsep juga diberikan untuk memasukkan kerangka DQ pada proses bisnis manajemen proyek di Badak LNG.