Pengambilan keputusan merupakan hal yang sangat vital bagi bisnis dan organisasi. Hal yang sama juga
berlaku pada manajemen proyek. Untuk Badak LNG saat ini, konteks perlunya pengambilan keputusan yang
baik juga terkait dengan proyek-proyek yang krusial untuk memastikan kesuksesan transformasi bisnis dan
keberlanjutan bisnis Badak LNG di masa depan. Terlepas dari hal ini, masalah ditemukan pada salah satu
proyek utama yang ditangani oleh Badak LNG, yaitu Proyek X. Terdapat tingkat kepuasan yang rendah pada
pelaksanaan proyek serta berbagai macam isu terkait proyek seperti keterlambatan progress, pembengkakan
biaya proyek, masalah pada kualitas konstruksi, pekerjaan berulang dan pada akhirnya isu terkait kehandalan
dan operasional peralatan setelah komisioning. Isu-isu tersebut terindikasi terjadi karena permasalahan pada
kualitas keputusan dan proses pengambilan keputusan di manajemen Proyek X.
Gabungan penelitian kuantitatif dan kualitatif dilakukan untuk menyelidiki isu-isu seputar Proyek X.
Evaluasi proyek juga dilakukan dengan menggunakan PMBOK
Guide untuk menemukan masalah yang
signifikan di Proyek X dari sudut pandangan manajemen proyek. Di akhir, analisis Masalah dengan metode
Kepner-Tregoe digunakan untuk membuat struktur permasalahan dan menemukan penyebab utama
permasalahan/akar masalah yang paling memungkinkan di Proyek X.
®
Berdasarkan evaluasi, dapat disimpulkan bahwa permasalahan pada proyek X disebabkan oleh beberapa
faktor: terbatasnya pengalaman tim proyek, kurangnya perencanaan proyek, kurangnya manajemen kualitas,
kurangnya manajemen risiko dan kurangnya manajemen pengadaan pada Proyek X. Terdapat juga indikasi
rendahnya kualitas keputusan dan proses pengambilan keputusan pada faktor-faktor tersebut. Untuk
meningkatkan kualitas keputusan dan proses pengambilan keputusan, dilakukan evaluasi terhadap kerangka
6 DQ (Decision Quality) dan 10 QDMPs (Quality Decision Making Practices). Hasilnya, keduanya dapat
menyelesaikan masalah keputusan yang kurang optimal di Proyek X. Dengan mengevaluasi keputusankeputusan
kunci pada proyek X menggunakan kedua kerangka tersebut, prioritas peningkatan kualitas
keputusan proyek dapat ditentukan. Di akhir, rekomendasi konsep juga diberikan untuk memasukkan
kerangka DQ pada proses bisnis manajemen proyek di Badak LNG.
Perpustakaan Digital ITB