digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kegiatan eksplorasi sangat diperlukan untuk meminimalkan risiko yang melekat dalam industri pertambangan di mana eksplorasi harus memberikan informasi yang lengkap tentang deposit yang akan diteliti seperti model estimasi sumberdaya. Estimasi sumberdaya menggunakan metode geostatistik konvensional atau linear kadang-kadang menghasilkan hasil yang kurang akurat. Oleh karena itu metode geostatistik non-linear seperti geostatistik multivariat diharapkan dapat memberikan hasil estimasi yang lebih akurat. Studi kasus daerah penelitian adalah urat emas Pongkor yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia sekitar 80 km sebelah barat daya dari Jakarta atau di sisi timur laut Bayah Dome. Mineralisasi emas dan perak terkandung di dalam deposit urat emas Pongkor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil estimasi dari blok yang diperkirakan dan varians estimasi Au- Ag dengan menggunakan Ordinary Cokriging (COK) sebagai salah satu metode geostatistik multivariat. Metode geostatistik linier seperti Ordinary Kriging (OK) adalah metode yang sering digunakan, dipergunakan sebagai pembanding. Kedua metode akan divalidasi menggunakan data blok komposit dengan mempertimbangkan kemiringan regresi dan koefisien korelasi antara hasil estimasi dan nilai kadar aktual pada blok. Data Au-Ag dibagi menjadi dua bagian, yaitu data tanpa top dan data dengan top cut. Variogram dari nilai Au-Ag dan cross-variogram mereka digunakan sebagai parameter estimasi untuk COK dan OK. Koefisien korelasi dari nilai estimasi dan nilai kadar aktual pada blok menunjukkan korelasi yang kuat dengan koefisien lebih dari 0,6. COK menghasilkan varians estimasi Au-Ag yang lebih kecil dibandingkan dengan metode OK. Kurva grade-tonnage ditampilkan untuk melihat perbedaan hasil estimasi dari kedua metode. Dari hasil yang diperoleh, baik data tanpa top cut dan data dengan top cut menunjukkan tidak berbeda signifikan dalam hasil validasi.