Kegiatan eksplorasi sangat diperlukan untuk meminimalkan risiko yang melekat
dalam industri pertambangan di mana eksplorasi harus memberikan informasi yang
lengkap tentang deposit yang akan diteliti seperti model estimasi sumberdaya.
Estimasi sumberdaya menggunakan metode geostatistik konvensional atau linear
kadang-kadang menghasilkan hasil yang kurang akurat. Oleh karena itu metode
geostatistik non-linear seperti geostatistik multivariat diharapkan dapat memberikan
hasil estimasi yang lebih akurat. Studi kasus daerah penelitian adalah urat emas
Pongkor yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia sekitar 80 km
sebelah barat daya dari Jakarta atau di sisi timur laut Bayah Dome. Mineralisasi emas
dan perak terkandung di dalam deposit urat emas Pongkor. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui hasil estimasi dari blok yang diperkirakan dan varians estimasi Au-
Ag dengan menggunakan Ordinary Cokriging (COK) sebagai salah satu metode
geostatistik multivariat. Metode geostatistik linier seperti Ordinary Kriging (OK)
adalah metode yang sering digunakan, dipergunakan sebagai pembanding. Kedua
metode akan divalidasi menggunakan data blok komposit dengan mempertimbangkan
kemiringan regresi dan koefisien korelasi antara hasil estimasi dan nilai kadar aktual
pada blok. Data Au-Ag dibagi menjadi dua bagian, yaitu data tanpa top dan data
dengan top cut. Variogram dari nilai Au-Ag dan cross-variogram mereka digunakan
sebagai parameter estimasi untuk COK dan OK. Koefisien korelasi dari nilai estimasi
dan nilai kadar aktual pada blok menunjukkan korelasi yang kuat dengan koefisien
lebih dari 0,6. COK menghasilkan varians estimasi Au-Ag yang lebih kecil dibandingkan dengan metode OK. Kurva grade-tonnage ditampilkan untuk melihat
perbedaan hasil estimasi dari kedua metode. Dari hasil yang diperoleh, baik data
tanpa top cut dan data dengan top cut menunjukkan tidak berbeda signifikan dalam
hasil validasi.
Perpustakaan Digital ITB