Indonesia kaya akan sumber daya alam, termasuk mineral tambang emas yang telah lama dieksplorasi. Pengelolaan sumber daya ini memerlukan perencanaan yang matang untuk meminimalkan risiko ekonomi, sosial, dan lingkungan. Perhitungan cadangan yang optimal sangat penting untuk profitabilitas dan umur tambang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode Ordinary Kriging (OK) dan Ordinary Cokriging (CoK) dalam mengestimasi kadar emas di urat emas Pongkor, Jawa Barat, dengan fokus pada hasil estimasi, varians estimasi, dan koefisien korelasi validasi. Diharapkan metode CoK akan memberikan hasil estimasi yang lebih baik karena memanfaatkan data pendukung yang lebih banyak. Penelitian ini menggunakan data sekunder, analisis statistik, dan geostatistik untuk mencapai tujuannya.