Lokasi penelitian berada di Tambang Urat Emas Pongkor, Bogor, Jawa Barat, yang mulai dieksplorasi pada tahun 1981 dan beroperasi sejak 1994 oleh PT Aneka Tambang dengan metode penambangan bawah tanah. Secara geomorfologi, daerah ini berupa pegunungan dengan ketinggian 300-900 mdpl. Secara geologi regional, Pongkor merupakan bagian dari busur benua Neogen Sunda-Banda. Endapan emas Pongkor merupakan epitermal sulfidasi rendah berumur 2,05 ± 0,05 Ma, terdiri dari empat sistem urat utama dan memiliki empat fasies mineralisasi (karbonat-kuarsa, mangan oksida-kuarsa, kuarsa opalin berlapis, dan kuarsa sulfida abu-abu), dengan fasies kuarsa sulfida abu-abu sebagai pembawa emas utama. Endapan emas Pongkor tergolong tipe Pongkor dengan kandungan sulfida rendah dan mineral gangue berupa oksida mangan dan milky quartz-kalsit, serta berada pada pegunungan tersier yang terlipat dan tersesarkan kuat. Secara stratigrafi, daerah Pongkor merupakan kelanjutan dari sedimentasi daerah Banten selatan, dengan dasar berupa batu lempung dan batu pasir Formasi Bayah yang dilapisi batuan vulkanik dari sabuk gunung api tengah. Endapan epitermal, termasuk endapan emas Pongkor, terbentuk akibat aktivitas hidrotermal dangkal yang dikelompokkan menjadi low, intermediate, dan high sulfidation, tergantung pada bilangan oksidasi unsur sulfur terlarut.