Pariwisata merupakan sektor yang sangat berdampak besar terhadap devisa negara
Indonesia, karena sektor ini menempati rangking 4 dari rangking devisa pariwisata terhadap 11
ekspor barang terbesar berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata. Selain itu juga
perkembangan sektor pariwisata sudah semakin maju terbukti dari berbagai penghargaan yang
diterima oleh Indonesia dari ASEAN, PBB, hingga halal tourism di tahun 2015-2016. Ini
terjadi akibat meningkatnya jumlah wisatawan dari tahun ke tahun meningkat. Provinsi Jawa
Barat adalah Provinsi yang paling sering dikunjungi. Bandung Life Park merupakan bisnis
pariwisata yang mengintegrasikan berbagai sektor dalam satu kawasan. Namun dalam
merancang konsep kawasan wisata baru perlu melihat tren wisata agar perencanaan sesuai
dengan minat wisatawan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji rencana
konsep kawasan wisata Bandung Life Park yang terintegrasi serta memiliki keunggulan dan
daya tarik berbeda terhadap konsep wisata lainnya.
Diperlukan analisis terkait internal dan ekternal manajamen dan area pengembangan
dengan menggunakan analisis SWOT yang berujuan untuk mengenali kekuatan, kelemahan,
peluang, dan ancaman yang menjadi dasar munculnya berbagai jenis wisata. Selanjutnya
analisis ANOVA digunakan untuk mengetahui ketertarikan wisatawan terhadap setiap jenis
wisata yang ditawarkan. Analisis terhadap aspek manajemen menggunakan Segmentasi,
Target, dan Penentuan Posisi (STP) bertujuan untuk lebih memahami pangsa pasar dan atraksiatraksi
yang perlu dirancang. Sedangkan untuk detail keunggulan dan perbedaan antara
Bandung Life Park dengan pesaing dianalisis dengan analisis 4P mengenai produk, harga,
tempat, dan promosi.
Setelah melakukan semua analisis, diketahui bahwa Kriya Tekstil, Qur’an Village,
Agrowisata, serta Olahraga dan Permainan merupakan jenis wisata yang bisa ditawarkan
Bandung Life Park dengan tetap mempertimbangkan konsep wisata dan aspek wisata lainnya
yaitu motivasi, jenis wisata, kegiatan wisata, dan atraksi budaya. Ditemukan juga pangsa pasar
setiap jenis wisata. Pada kriya tekstil, hanya wisatawan dengan usia, jenis kelamin, pendapatan
tertentu yang tertarik terhadap kriya tekstil. Pada Qur’an Village, wisatawan dengan usia dan
jenis kelamin apapun serta pendapatan berapapun semua tertarik terhadap Qur’anVillage.
Sedangkan jenis wisata Agrowisata dan juga Olahraga dan Permainan memiliki kesamaan yaitu
hanya pada usia dan pendapatan tertentu tertarik terhadap Agrowisata dan juga Olahraga dan
Permainan namun baik laki-laki maupun wanita tertarik pada kedua hal tersebut. Selain jenis
wisata yaitu berbagai pilihan atraksi wisata dari setiap jenis wisata yaitu Khazanah Kriya
Tekstil focus pada Modern Fashion (Fashion Muslim), Khazanah Taman Qur’an fokus pada
content Al Qur’an (audiovisual), perkembangan Hidroponik (Penanaman Hemat Air), dan
berkuda sambil memanah menggunakan kostum pahlawan. Pengalaman yang disuguhkan oleh
atraksi-atraksi wisata tersebut ialah keunggulan dan daya tarik yang berbeda.
Desain pariwisata terpadu Bandung Life Park mengakomodir beragam jenis wisata
dalam satu kawasan yaitu Kriya Tekstil, Qur’an Village, Agrowisata, serta Olahraga dan
Permainan. Oleh sebab itu konsep wisata terpadu Bandung Life Park yang dilengkapi dengan
berbagai atraksi memiliki daya tarik yang tinggi terhadap wisatawan karena menyediakan
berbagai kebutuhan dan keinginan wisatawan. Selain itu desain paariwisata terpadu dapat
vi
memudahkan wisatawan untuk mengoptimalkan waktu berwisata dengan melakukan beragam
aktivitas hanya di dalam kawasan Bandung Life Park.
Perpustakaan Digital ITB