COVER Raja Martua Sihite
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Raja Martua Sihite
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Raja Martua Sihite
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Raja Martua Sihite
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Raja Martua Sihite
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Raja Martua Sihite
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 6 Raja Martua Sihite
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 7 Raja Martua Sihite
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 8 Raja Martua Sihite
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Raja Martua Sihite
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Raja Martua Sihite
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Untuk meningkatkan minyak dan gas bumi yang berada di perairan Indonesia dengan cadangan
minyak dan gas bumi sebesar 70% dengan pemanfaatan yang baru di angka 10%, Kegiatan
eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di perairan Indonesia harus ditingkatkan. Untuk
meningkatkan produksi minyak dan gas bumi ini, diperlukannya kesiapan dari infrastruktur
pendukungnya. Untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di
lepas pantai, diperlukan struktur anjungan lepas pantai. Struktur anjungan lepas pantai yang
akan beroperasi di laut lepas ini akan menerima beban yang sangat besar baik dari lingkungan
atau pun beban peralatan yang terpasang. Oleh karena itu, pada tugas akhir ini dilakukan proses
desain dari struktur anjungan lepas pantai untuk memastikan kekuatan dari struktur anjungan
lepas pantai ketika beroperasi melalui tahapanan analisisi in-service yakni in-place, seismic,
dan juga fatigue. Selain itu, struktur anjungan lepas pantai yang dirancang juga harus dipastikan
kekuatannya ketika proses instalasi berlangsung. Oleh sebab itu, di tugas akhir ini juga
dilakukan pengecekan analisis jacket upending untuk meninjau kekuatan struktur jacket ketika
diinstalasi di lokasi yang ditentukan. Dari hasil yang diperoleh, baik untuk analisis in-service
dan juga analisis jacket-upending, struktur dalam kondisi yang aman dan kuat ketika menerima
berbagai pembebanan yang bekerja pada struktur. Dari hasil analisis in-place, nilai maksimum
untuk paramater member UC sebesar 0.91 untuk kondisi operating dan 0.87 untuk kondisi
storm. Kemudian untuk analisis jacket upending juga sudah memenuhi kriteria member UC
maksimum di bawah 1, yakni sebesar 0.84 untuk connected member dan 0.70 untuk nonconnected
member.
Perpustakaan Digital ITB