Konsolidasi regional menyisakan tim TI lokal yang ramping dan kini harus
membuktikan nilai tambahnya melalui pekerjaan yang tidak dapat dikerjakan dari
jarak jauh. Transformasi peran menjadi syarat untuk bertahan. Penelitian ini
mengkaji satu tim layanan lapangan TI yang menangani Thailand, Indonesia, dan
Filipina. Strategi 2030 menetapkan tiga peran tujuan: analisis bisnis, pembuatan
dan pengujian aplikasi solusi, serta konsultasi keamanan siber lokal. Sampai kini
belum ada perpindahan ke arah itu. Penelitian ini mendiagnosis hambatannya,
mengukur kesenjangan kompetensi, dan merancang kerangka manajemen talenta
untuk menggerakkan perpindahan tersebut.
Staf diwawancarai berdasarkan lima kondisi kesiapan perubahan individu,
sementara pemimpin tim diwawancarai terpisah agar kedua versi dapat
dibandingkan. Kesehatan organisasi dan kesiapan perubahan dianalisis secara
paralel, dan keduanya harus selaras sebelum intervensi apa pun dirancang.
Hipotesis awal bahwa kecemasan atas kelangsungan peran saat ini menahan minat
berpindah peran tidak didukung data. Minat itu ada, perubahan diterima sebagai
kepastian, dan minat belajar merata di seluruh tim. Yang tidak tersedia adalah
kejelasan peran: tujuannya ada namun rincian kerjanya tidak. Staf tidak mampu
menjelaskan isi peran, standar kerjanya, maupun jalur untuk mencapainya. Di
belakangnya ada beban kerja operasional yang tidak pernah dikurangi untuk
memberi ruang pengembangan.
Kerangka yang diusulkan bertumpu pada tiga pilar: arsitektur peran dengan jalur
karier yang transparan, model kompetensi bertingkat yang mengacu pada peran
tujuan, dan kriteria kinerja yang mengikat konsekuensi pada perpindahan peran.
Ketiganya berdiri di atas kapasitas pengembangan yang harus disediakan organisasi
sendiri, karena tidak ada kerangka yang dapat menggantikannya. Kontribusi
penelitian ini mencakup metode diagnostik dua tingkat yang diselaraskan sebelum
perancangan dimulai, pemanfaatan ulang survei keterlibatan karyawan yang sudah
berjalan sebagai proksi terstruktur beserta transparansi biaya pengukurannya, serta
aturan perancangan yang lahir dari perbedaan penjelasan manajer dan staf atas
ketidakaktifan yang sama: penilaian pengembangan harus bersandar pada kemajuan
yang teramati, bukan pada dugaan sikap.
Perpustakaan Digital ITB