digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini mengkaji bagaimana sebuah perusahaan rintisan fast-moving consumer goods (FMCG) bermodal ventura dapat mengatasi krisis profitabilitas yang timbul setelah masuknya para pesaing bermodal besar. Perusahaan tersebut adalah penggerak awal yang menciptakan dan memimpin sebuah kategori produk baru selama beberapa tahun. Dalam studi ini, krisis tersebut tidak diperlakukan sebagai kegagalan finansial, melainkan sebagai biaya finansial dari fondasi strategi yang tidak dibangun. Di pasar yang belum terkontestasi, fondasi yang belum dibangun itu tidak menimbulkan biaya yang terlihat, karena pasar itu sendiri menjalankan peran yang biasanya dijalankan oleh strategi. Pertumbuhan datang tanpa trade-off, target tercapai tanpa rujukan kompetitif, dan ekspansi tidak dihukum oleh pesaing yang kuat. Namun, ketika kompetisi datang, defisit yang terakumulasi, yang dalam studi ini disebut utang strategis, ditagih beserta bunganya dalam laporan laba rugi. Dalam penelitian ini, desain studi kasus tunggal kualitatif digunakan, dan Rumelt (2011) serta Porter (1996) diterapkan sebagai kategori pengodean atas data perusahaan. Berdasarkan analisis ini, enam kesenjangan fondasi strategi teridentifikasi pada area pengukuran, penetapan target, gerbang investasi, disiplin portofolio, ekonomi kanal, dan tata kelola data. Setiap kesenjangan ditelusuri melalui rantai kausal dari kesenjangan menuju perilaku manajerial yang teramati, lalu ke mekanisme laba rugi, dan kemudian ke dampak yang terkuantifikasi. Hasilnya dirangkum dalam sebuah strategic gap ledger, dan ledger ini merupakan kontribusi empiris utama dari studi ini. Setelah itu, analisis Five Forces dan VRIO dilakukan dan dipadukan melalui matriks SWOT-TOWS. Hasil akhirnya adalah strategi diferensiasi terfokus dengan lima tuas taktis, dan setiap tuas menutup satu kesenjangan dalam ledger. Secara keseluruhan, studi ini menyimpulkan bahwa fondasi strategi harus dibangun pada fase blue ocean, justru ketika fondasi itu tampak paling tidak diperlukan. Ketiadaannya baru ditagih setelah peralihan menuju kompetisi yang terkontestasi, ketika biaya untuk memperbaikinya telah berlipat ganda. Perusahaan studi kasus dan seluruh pihak lain diberi nama samaran, dan seluruh nilai finansial, persentase, serta sebagian tanggal disamarkan secara sistematis. Temuan yang terkuantifikasi dibatasi berdasarkan embargo akses yang menyertai tesis ini.