digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah penambahan Bitcoin dapat mengoptimalkan portofolio saham–emas di Indonesia selama periode COVID-19, serta apakah kontribusinya terhadap efisiensi portofolio berbeda dibandingkan periode sebelum pandemi. Meskipun popularitas Bitcoin terus meningkat, bukti empiris mengenai manfaatnya dalam portofolio masih didominasi oleh penelitian di negara maju dan umumnya menggunakan periode observasi yang panjang tanpa memisahkan kondisi pasar normal dan kondisi krisis. Oleh karena itu, relevansi temuan tersebut bagi pasar berkembang seperti Indonesia masih belum jelas. Penelitian ini menggunakan data harga harian IHSG, emas (XAU/IDR), dan Bitcoin (BTC/IDR) selama periode Januari 2018 hingga Desember 2021 yang dibagi menjadi periode sebelum COVID-19 dan selama COVID-19. Berdasarkan pendekatan mean-variance, dibentuk sepuluh portofolio efisien untuk portofolio dasar (IHSG dan emas) serta portofolio yang diperluas dengan penambahan Bitcoin. Analisis dilakukan dengan asumsi investasi long-only sesuai dengan kebijakan larangan short selling di Indonesia. Efisiensi portofolio dievaluasi menggunakan maximum Sharpe ratio, average Sharpe ratio pada efficient frontier, serta pergeseran efficient frontier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Bitcoin meningkatkan efisiensi portofolio selama periode COVID-19. Maximum Sharpe ratio meningkat dari 0,0243 menjadi 0,0797, sedangkan average Sharpe ratio meningkat dari 0,0221 menjadi 0,0731. Selain itu, efficient frontier bergeser ke atas dan Bitcoin tetap memperoleh bobot positif pada portofolio minimum variance. Sebaliknya, sebelum pandemi COVID-19, kontribusi Bitcoin terhadap efisiensi portofolio relatif kecil, yang tercermin dari perubahan average Sharpe ratio dari 0,0189 menjadi 0,0186 akibat rata-rata return Bitcoin yang masih negatif pada periode tersebut. Analisis korelasi menunjukkan bahwa hubungan antara Bitcoin dan IHSG tetap rendah pada kedua sub-periode sehingga tidak ditemukan bukti adanya peningkatan korelasi sebagaimana diprediksi oleh teori market stress. Dengan demikian, peningkatan efisiensi portofolio selama COVID-19 lebih banyak didorong oleh tingginya return Bitcoin pada periode tersebut dibandingkan oleh perubahan sifat diversifikasinya terhadap pasar saham Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manfaat Bitcoin dalam portofolio saham–emas di Indonesia bergantung pada kondisi pasar. Bitcoin memberikan manfaat diversifikasi yang relatif konsisten melalui pengurangan risiko, namun peningkatan efisiensi yang sangat besar selama periode COVID-19 lebih mencerminkan kondisi return Bitcoin yang luar biasa daripada karakteristik diversifikasi yang bersifat permanen. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan out-of-sample serta menguji berbagai rezim pasar lainnya untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kontribusi Bitcoin terhadap efisiensi portofolio.