digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Meningkatnya ketergantungan Indonesia terhadap minyak mentah impor membuat Indonesia lebih terekspos terhadap gangguan geopolitik dan menjadikan kebijakan persediaan statis kurang andal. Kilang PT PPN, khususnya RU IV Cilacap dan RU V Balikpapan, termasuk yang paling bergantung pada minyak mentah impor. Tesis ini mengkaji cara mengoptimalkan tingkat persediaan minyak mentah dalam ketidakpastian akibat risiko geopolitik: konflik, sanksi, ancaman keamanan maritim, dan sengketa perdagangan, yang dapat mengganggu rute pelayaran, ketersediaan angkutan, premi asuransi, serta keandalan sumber pasokan. Dengan kerangka DMAIC, penelitian ini menggabungkan pemodelan system dynamics, analisis berbasis skenario, dan simulasi Monte Carlo. Causal loop diagram mengidentifikasi hubungan umpan balik antara ketegangan geopolitik dengan rantai pasok, lead time, dan buffer persediaan, sementara simulasi Monte Carlo menghasilkan skenario probabilistik pasokan yang dikalibrasi dengan data historis 2021–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model statis M+3 saat ini secara sistematis menghasilkan estimasi kebutuhan safety stock yang lebih rendah dari kebutuhan aktual: pada tingkat layanan 99%, usulan safety stock 38,6%–134,3% lebih tinggi dibandingkan nilai eksisting pada seluruh kategori minyak mentah, dengan kesenjangan terbesar pada medium crude yang 98% pasokannya berasal dari Nigeria. Variabilitas lead time akibat gangguan geopolitik menjadi pendorong utama risiko persediaan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan solusi tiga lapis: (1) mengadopsi model persediaan stokastik adaptif; (2) mengamankan kapasitas floating storage (VLCC/FSO) untuk menutup residu eksposur 819–1.644 kbbl pada gangguan ekstrem; dan (3) mendiversifikasi sumber medium crude untuk menurunkan porsi Nigeria di bawah 80%. Secara praktis, model ini mendukung ketahanan energi nasional dengan menjaga operasi kedua kilang; secara akademis, penelitian ini memperluas teori manajemen persediaan melalui kuantifikasi risiko pasokan akibat geopolitik. Ruang lingkup dibatasi pada data operasional historis dan indikator risiko geopolitik publik, sehingga guncangan politik real-time dan risiko black swan tidak tercakup.