Penelitian ini menguji hubungan antara Environmental, Social, and Governance (ESG), tata kelola siber, risiko operasional, dan stabilitas bank sebagai aspek terukur dari resiliensi bank di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data panel dari 17 bank KBMI 3 dan KBMI 4 selama periode 2019–2024, dengan total 102 observasi bank-tahun. ESG dan tata kelola siber diukur menggunakan indeks berbasis pengungkapan yang disusun dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan. Stabilitas bank diukur menggunakan logaritma natural Z-score, sedangkan risiko operasional diukur menggunakan aset tertimbang menurut risiko operasional dibagi dengan total aset tertimbang menurut risiko. Data dianalisis menggunakan Fixed Effects Model dengan robust standard errors dan variabel dummy tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESG tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap stabilitas bank maupun risiko operasional. Risiko operasional memiliki hubungan positif dan signifikan dengan stabilitas bank. Temuan utama penelitian ini adalah bahwa tata kelola siber secara signifikan memoderasi hubungan antara ESG dan risiko operasional. Koefisien interaksi yang negatif menunjukkan bahwa tata kelola siber yang lebih kuat mengurangi pengaruh marginal ESG terhadap risiko operasional. Hasil moderasi tersebut juga tetap konsisten pada Random Effects Model.
Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan Kerangka Pemantauan ESG–Tata Kelola Siber–Risiko Operasional berbasis KRI sebagai alat pemantauan risiko operasional terkait ESG dan siber. Kerangka tersebut menggabungkan indikator leading untuk memberikan peringatan dini dan indikator lagging untuk memantau insiden aktual serta efektivitas pengendalian. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa ESG perlu dipertimbangkan bersama dengan tata kelola siber dan manajemen risiko operasional, bukan sebagai faktor yang berdiri sendiri.
Perpustakaan Digital ITB