digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini akan berfokus utama pada bengkel servis yang berada di dalam jaringan Stasiun Pengisian Bahan Umum (SPBU) Octane Petroleum ritel di wilayah Jakarta. Hal ini dilakukan karena penulis mengidentifikasi adanya tingkat konversi servis kendaraan roda empat (4W) yang tidak sepadan dibandingkan dengan kendaraan roda dua (2W) di dalam bengkel servis tersebut. Kesenjangan ini perlu diidentifikasi dan ditangani agar membeli pelumas di lokasi menjadi melakukan penggantian oli dan berpotensi melakukan servis kendaraan mereka secara langsung di lokasi. Penulis bertujuan untuk mempelajari hubungan antara kenyamanan servis dengan beberapa metrik seperti servicescape, kualitas layanan, program promosi dan citra merek. Penulis berupaya mensimulasikan bagaimana factor tersebut berinteraksi dengan Presepsi Kenyamanan menggunakan metodologi CB-SEM dengan program AMOS. Penulis mempunyai hipotesis bahwa konsumen tidak mengevaluasi setiap metrik tersebut secara terpisah, melainkan melalui fenomena psikologis 'Halo Effect'. Studi ini berharap menjelaskan bagaimana metrik diatas membentuk Presepsi Kenyamanan dan bagaimana Presepsi Kenayamana ini berdampak terhadap ketersediaan customer untuk menggunakan service di tempat. Data dasar penelitian ini akan dikumpulkan melalui kuesioner yang ditargetkan pada kriteria responden tertentu agar menghasilkan data dasar yang akurat. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat mengungkap tingkat kepentingan dan prioritas dari setiap aspek berdasarkan dampak positifnya terhadap kesediaan pelanggan dalam menyervis kendaraan roda empat di tempat mereka.