Penelitian ini akan berfokus utama pada bengkel servis yang berada di dalam
jaringan Stasiun Pengisian Bahan Umum (SPBU) Octane Petroleum ritel di wilayah
Jakarta. Hal ini dilakukan karena penulis mengidentifikasi adanya tingkat konversi
servis kendaraan roda empat (4W) yang tidak sepadan dibandingkan dengan
kendaraan roda dua (2W) di dalam bengkel servis tersebut. Kesenjangan ini perlu
diidentifikasi dan ditangani agar membeli pelumas di lokasi menjadi melakukan
penggantian oli dan berpotensi melakukan servis kendaraan mereka secara
langsung di lokasi. Penulis bertujuan untuk mempelajari hubungan antara
kenyamanan servis dengan beberapa metrik seperti servicescape, kualitas layanan,
program promosi dan citra merek. Penulis berupaya mensimulasikan bagaimana
factor tersebut berinteraksi dengan Presepsi Kenyamanan menggunakan
metodologi CB-SEM dengan program AMOS. Penulis mempunyai hipotesis bahwa
konsumen tidak mengevaluasi setiap metrik tersebut secara terpisah, melainkan
melalui fenomena psikologis 'Halo Effect'. Studi ini berharap menjelaskan
bagaimana metrik diatas membentuk Presepsi Kenyamanan dan bagaimana
Presepsi Kenayamana ini berdampak terhadap ketersediaan customer untuk
menggunakan service di tempat. Data dasar penelitian ini akan dikumpulkan
melalui kuesioner yang ditargetkan pada kriteria responden tertentu agar
menghasilkan data dasar yang akurat. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat
mengungkap tingkat kepentingan dan prioritas dari setiap aspek berdasarkan
dampak positifnya terhadap kesediaan pelanggan dalam menyervis kendaraan roda
empat di tempat mereka.
Perpustakaan Digital ITB