Industri perhiasan di Bandung dipengaruhi oleh pola konsumsi Gen Z pria yang berubah dengan cepat, menciptakan ketidakpastian strategis bagi merek-merek yang berfokus pada Gen Z seperti Silvermacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi wawasan konsumen Gen Z laki-laki sebagai dasar penentuan strategi pertumbuhan menggunakan Matriks Ansoff dan merumuskan solusi bisnis untuk Silvermacy. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui kuesioner daring yang dibagikan kepada 121 responden Gen Z laki-laki berusia 18-28 tahun di perkotaan Bandung (N=121). Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan nilai indeks. Temuan menunjukkan bahwa indeks sumbu produk mencapai 79,53%, yang berada di bawah ambang batas 80%, menunjukkan arah kemiringan produk baru. Sementara itu, 72,73% responden lebih memilih untuk tetap berada di pasar yang ada, yang mengarah pada pemetaan strategis menuju Pengembangan Produk. Hasil ini menyiratkan bahwa Silvermacy harus memprioritaskan inovasi produk yang selaras dengan preferensi Gen Z pria sambil memastikan kesiapan internal sebelum menjalankan strategi pengembangan produk.
Perpustakaan Digital ITB