digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Aplikasi Whoosh adalah aplikasi mobile yang dikembangkan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) untuk mendukung pemesanan tiket dan akses informasi perjalanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Meskipun dirancang untuk memudahkan pengguna, aplikasi ini hanya mendapat rating 1,5 dari 5 di App Store dan 2,3 dari 5 di Play Store. Berdasarkan ulasan pengguna, aplikasi yang seharusnya mempermudah perjalanan kenyataannya menimbulkan berbagai kesulitan, seperti tidak adanya informasi jadwal kereta feeder yang terintegrasi, tidak tersedianya notifikasi pengingat keberangkatan, alur pemesanan yang tidak intuitif, tampilan riwayat pemesanan yang tidak lengkap, serta tidak adanya fitur bantuan langsung dalam aplikasi. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dan pengembangan desain interaksi pada aplikasi Whoosh. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain interaksi aplikasi Whoosh yang baik sehingga pengguna dapat melakukan pemesanan tiket kereta cepat dengan mudah dan nyaman. Penelitian dilakukan dengan metode User-Centered Design (UCD) yang menempatkan kebutuhan dan permasalahan pengguna sebagai landasan utama setiap keputusan desain. Kebutuhan pengguna diidentifikasi melalui penyebaran kuesioner dan wawancara terhadap pengguna aktif aplikasi Whoosh. Implementasi desain berupa prototipe high-fidelity yang dikembangkan dengan kakas React Native. Evaluasi dilakukan dengan dua metode pengujian, yaitu Single Ease Question (SEQ) dan System Usability Scale (SUS), serta pertanyaan tambahan terkait usability goals dan user experience goals. Pengujian dilakukan pada empat tahapan: baseline aplikasi Whoosh versi 1.2.002, evaluasi prototipe low-fidelity, serta evaluasi prototipe high-fidelity iterasi pertama dan kedua. Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata SEQ pada prototipe high-fidelity iterasi kedua adalah 6,91 dari 7 dengan efektivitas 100%, dan nilai rata-rata SUS adalah 94 dari 100 yang dikategorikan sebagai Excellent, meningkat signifikan dari nilai baseline sebesar 43,5 yang dikategorikan sebagai Poor. Berdasarkan pertanyaan tambahan, 100% pengguna setuju bahwa aplikasi membantu proses pemesanan tiket Whoosh, memiliki alur yang efisien, serta menyajikan informasi yang jelas dan mudah dipahami. Hal ini menunjukkan bahwa desain interaksi yang dirancang memenuhi usability goals effective to use, efficient to use, easy to learn, dan have a good utility, serta user experience goals helpful.