ABSTRAK Nayla Putri Salma
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Nayla Putri Salma
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Nayla Putri Salma
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Nayla Putri Salma
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Nayla Putri Salma
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Nayla Putri Salma
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Nayla Putri Salma
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Nayla Putri Salma
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Nayla Putri Salma
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Meningkatnya kesadaran masyarakat perkotaan terhadap gaya hidup sehat,
khususnya melalui aktivitas fisik, menjadi perhatian dalam pembangunan kota
berkelanjutan. Konsep Kota Sehat menekankan integrasi antara lingkungan fisik,
sosial, dan perilaku masyarakat. Bandung sebagai salah satu kota yang
mengadopsi konsep ini terus mengembangkan ruang publik, seperti Taman
Supratman, meskipun pemanfaatannya belum optimal. Penelitian ini bertujuan
mengkaji peran ruang publik dan aktivitas fisik masyarakat di Taman Supratman
sebagai indikator Kota Sehat. Metode yang digunakan adalah pendekatan
deskriptif dengan metode campuran melalui observasi, kuesioner IPAQ, dan data
sekunder. Hasilnya menunjukkan bahwa taman ini cukup mendukung aktivitas
fisik dan interaksi sosial, dengan dominasi aktivitas intensitas sedang (cukup
aktif), meskipun belum optimal untuk intensitas tinggi. Secara keseluruhan,
Taman Supratman berkontribusi dalam mendukung kesehatan masyarakat,
terutama pada aspek kehidupan sehat mandiri dan fasilitas umum. Namun, masih
diperlukan peningkatan pada pemerataan fasilitas, aksesibilitas, dan penguatan
peran ruang publik agar lebih efektif dalam mendorong aktivitas fisik dan gaya
hidup sehat.
Perpustakaan Digital ITB