digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Wina Ayu Amalia [27123045]
PUBLIC Open In Flipbook Noor Pujiati.,S.Sos

Perkembangan media digital telah membuka ruang baru bagi pembentukan dan negosiasi representasi dalam budaya populer. Berbeda dengan media tradisional yang cenderung menempatkan institusi media sebagai pihak dominan dalam membentuk representasi, media digital memungkinkan keterlibatan berbagai aktor dalam proses produksi dan pemaknaan wacana. Fenomena tersebut dapat dilihat melalui Bocah-Bocah Kosong (BBK), sebuah program podcast digital yang menghadirkan Catheez, Vior, dan Meyden sebagai panelis perempuan Gen Z dengan latar belakang sebagai streamer gim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana podcast BocahBocah Kosong Episode 1 merepresentasikan perempuan Gen Z, bagaimana hegemoni dinegosiasikan dalam pembentukan representasi tersebut, serta bagaimana representasi tersebut merefleksikan wacana sosial dan budaya di media digital pada periode 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis (AWK) Multimodal. Kerangka Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough digunakan untuk menganalisi hubungan antara teks, praktik diskursif, dan praktik sosiokultural, sementara toolkit multimodal Machin dan Mayr digunakan untuk menganalisis unsur verbal, visual, dan audiovisual dalam objek penelitian. P;.,.erspektif hegemoni Antonio Gramsci digunakan untuk memahami proses negosiasi antara wacana dominan dan wacana alternatif dalam pembentukan representasi. Objek penelitian dibatasi pada Episode 1 Bocah-Bocah Kosong yang ditayangkan pada tahun 2023. Data dianalisis melalui pengamatan terhadap tuturan dan interaksi antarpanelis, serta elemen multimodal yang meliputi ekspresi, gestur, visual, dan editing audiovisual. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana representasi perempuan Gen Z dalam Bocah-Bocah Kosong dibentuk melalui interaksi antara aspek verbal dan multimodal serta praktik produksi media digital. Proses tersebut memperlihatkan adanya negosiasi terhadap berbagai wacana dominan mengenai perempuan, sekaligus menunjukkan bagaimana karakteristik persona digital, humor, dan format hiburan berperan dalam membentuk representasi tersebut. Representasi yang dihasilkan tidak hanya berkaitan dengan karakter ketiga panelis, tetapi juga merefleksikan wacana sosial dan budaya yang berkembang dalam ekosistem media digital Indonesia pada periode 2023.