Perkembangan media digital telah membuka ruang baru bagi
pembentukan dan negosiasi representasi dalam budaya populer.
Berbeda dengan media tradisional yang cenderung menempatkan
institusi media sebagai pihak dominan dalam membentuk representasi,
media digital memungkinkan keterlibatan berbagai aktor dalam proses
produksi dan pemaknaan wacana. Fenomena tersebut dapat dilihat
melalui Bocah-Bocah Kosong (BBK), sebuah program podcast digital
yang menghadirkan Catheez, Vior, dan Meyden sebagai panelis
perempuan Gen Z dengan latar belakang sebagai streamer gim.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana podcast BocahBocah Kosong Episode 1 merepresentasikan perempuan Gen Z,
bagaimana hegemoni dinegosiasikan dalam pembentukan representasi
tersebut, serta bagaimana representasi tersebut merefleksikan wacana
sosial dan budaya di media digital pada periode 2023.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
Analisis Wacana Kritis (AWK) Multimodal. Kerangka Analisis Wacana
Kritis Norman Fairclough digunakan untuk menganalisi hubungan
antara teks, praktik diskursif, dan praktik sosiokultural, sementara
toolkit multimodal Machin dan Mayr digunakan untuk menganalisis
unsur verbal, visual, dan audiovisual dalam objek penelitian.
P;.,.erspektif hegemoni Antonio Gramsci digunakan untuk memahami
proses negosiasi antara wacana dominan dan wacana alternatif dalam
pembentukan representasi. Objek penelitian dibatasi pada Episode 1
Bocah-Bocah Kosong yang ditayangkan pada tahun 2023. Data
dianalisis melalui pengamatan terhadap tuturan dan interaksi
antarpanelis, serta elemen multimodal yang meliputi ekspresi, gestur,
visual, dan editing audiovisual.
Hasil penelitian menunjukkan bagaimana representasi perempuan Gen
Z dalam Bocah-Bocah Kosong dibentuk melalui interaksi antara aspek
verbal dan multimodal serta praktik produksi media digital. Proses
tersebut memperlihatkan adanya negosiasi terhadap berbagai wacana
dominan mengenai perempuan, sekaligus menunjukkan bagaimana
karakteristik persona digital, humor, dan format hiburan berperan dalam
membentuk representasi tersebut. Representasi yang dihasilkan tidak
hanya berkaitan dengan karakter ketiga panelis, tetapi juga
merefleksikan wacana sosial dan budaya yang berkembang dalam
ekosistem media digital Indonesia pada periode 2023.
Perpustakaan Digital ITB