digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Binda Intan Zahrani [27025007]
PUBLIC Open In Flipbook Noor Pujiati.,S.Sos

Pengaruh Hindu-Buddha masuk ke Nusantara melalui jalur perdagangan, agama dan budaya. Hal tersebut memberikan dampak yang besar terhadap perkembangan seni, sastra dan budaya terutama saat periode Majapahit. Pada periode akhir Majapahit sekitar abad ke-15 saat kepemimpinan Ratu Suhita, sastra Panji mulai mencapai puncak kepopulerannya. Selain menjadi pertunjukan tradisional, sastra Panji menjadi sebuah elemen yang penting dalam penggambaran visual relief yang ada pada candi-candi Hindu-Buddha di Indonesia terutama pada relief Candi Sukuh dan Situs Planggatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis visualisasi dan simbol Panji pada relief Candi Sukuh dan Situs Planggatan berkaitan dengan spiritualitas masyarakat Hindu-Buddha abad ke-15, serta mengkaji korelasi antara visual Panji relief Candi Sukuh dan Situs Planggatan dengan sastra Panji yang ada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interdisiplin. Ditinjau secara teknis, penelitian ini menggunakan metode Bahasa Rupa oleh Primadi Tabrani untuk menguraikan visual dan simbolisasi Panji pada Candi Sukuh dan Situs Planggatan. Selain itu, ditinjau secara filosofis menggunakan Teori Estetika Paradoks pola lima oleh Jakob Sumardjo dan agama asli Indonesia oleh Rahmat Subagya. Teori tersebut digunakan untuk menginterpretasikan bagaimana aspek visual Panji berkaitan dengan spiritualitas masyarakat Hindu-Buddha. Terdapat juga, Analisis wacana yang digunakan untuk membedah visual Panji dan korelasinya dengan sastra Panji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visual dan simbol tokoh Panji pada relief Candi Sukuh dan Situs Planggatan merepresentasikan simbol spiritual masyarakat Hindu-Buddha abad ke-15. Melalui uraian Bahasa Rupa, visual Panji tampil dengan atribut khas seperti tekes, songsong, kendaraan kuda dan gajah yang melambangkan perjalanan spiritual menuju penyatuan ilahi (tantra). Relief tersebut berfungsi sebagai medium religius yang berkaitan dengan kosmologi dan ritual. Selama masa transisi, hubungan antara cerita Panji dan spiritual Islam tidak terletak pada masuknya ajaran Islam secara langsung ke dalam narasinya, melainkan pada perannya sebagai media transisi budaya dan kosmologi. Selain itu, melalui relief Candi Sukuh dan Situs Planggatan terdapat kesinambungan antara visual relief dan sastra Panji, khususnya sastra Panji Kuda Semirang, yang sama-sama menggambarkan perjalanan batin, nilai moral, dan idealitas ksatria dalam budaya Jawa.