digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian tugas akhir ini berangkat dari pemanfaatan video musik sebagai sumber inspirasi dalam praktik perancangan kriya dan fesyen kontemporer. Video musik “Fallin’ Flower” oleh SEVENTEEN dipilih sebagai objek kajian karena memiliki konstruksi visual yang memungkinkan pembacaan makna secara mendalam. Video musik ini dipahami sebagai teks visual yang dianalisis melalui pendekatan semiotika. Permasalahan penelitian difokuskan pada bagaimana makna visual dalam video musik “Fallin’ Flower” dianalisis secara sistematis dan diterjemahkan ke dalam perancangan busana kontemporer dengan ornamen preserved flowers. Penelitian ini bertujuan untuk memaknai tanda-tanda visual melalui analisis semiotika Charles Sanders Peirce dan mengimplementasikannya ke dalam proses perancangan busana. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka serta observasi visual terhadap video musik “Fallin’ Flower”. Proses perancangan mengadaptasi model double diamond yang meliputi tahapan discover, define, develop, dan deliver. Hasil analisis semiotika digunakan sebagai dasar pengembangan konsep desain yang diterjemahkan ke dalam perancangan busana kontemporer melalui eksplorasi material dan teknik. Preserved flowers diaplikasikan sebagai ornamen utama dengan teknik preservasi silica gel. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis semiotika video musik dengan proses perancangan busana kontemporer.