Penelitian tugas akhir ini berangkat dari pemanfaatan video musik sebagai sumber inspirasi
dalam praktik perancangan kriya dan fesyen kontemporer. Video musik “Fallin’ Flower” oleh
SEVENTEEN dipilih sebagai objek kajian karena memiliki konstruksi visual yang
memungkinkan pembacaan makna secara mendalam. Video musik ini dipahami sebagai teks
visual yang dianalisis melalui pendekatan semiotika. Permasalahan penelitian difokuskan pada
bagaimana makna visual dalam video musik “Fallin’ Flower” dianalisis secara sistematis dan
diterjemahkan ke dalam perancangan busana kontemporer dengan ornamen preserved flowers.
Penelitian ini bertujuan untuk memaknai tanda-tanda visual melalui analisis semiotika Charles
Sanders Peirce dan mengimplementasikannya ke dalam proses perancangan busana.
Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka serta observasi visual terhadap video musik
“Fallin’ Flower”. Proses perancangan mengadaptasi model double diamond yang meliputi
tahapan discover, define, develop, dan deliver. Hasil analisis semiotika digunakan sebagai dasar
pengembangan konsep desain yang diterjemahkan ke dalam perancangan busana kontemporer
melalui eksplorasi material dan teknik. Preserved flowers diaplikasikan sebagai ornamen
utama dengan teknik preservasi silica gel. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi
analisis semiotika video musik dengan proses perancangan busana kontemporer.
Perpustakaan Digital ITB