digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Indriani
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Rotasi diferensial Matahari merupakan fenomena ketika laju rotasi Matahari berubah terhadap lintang heliografik, di mana daerah ekuator berotasi lebih cepat dibandingkan daerah lintang tinggi. Pengukuran rotasi diferensial dapat dilakukan menggunakan berbagai metode, salah satunya melalui pelacakan posisi bintik Matahari (sunspot tracking). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik rotasi diferensial Matahari menggunakan recurrent sunspot berdasarkan pengamatan terhadap active region AR14055, AR14079, dan AR14100. Data penelitian diperoleh menggunakan instrumen Solar Dynamics Observatory Helioseismic and Magnetic Imager (SDO/HMI) continuum melalui aplikasi JHelioviewer. Pemilihan objek dilakukan berdasarkan indikasi kemunculan berulang selama beberapa rotasi Matahari dengan mempertimbangkan kesamaan posisi heliografik, pola morfologi, serta interval kemunculan yang mendekati satu periode rotasi Matahari. Pengamatan dibatasi pada bintik Matahari yang berada dalam rentang ±60? terhadap pusat piringan Matahari untuk mengurangi pengaruh foreshortening dan limb darkening. Posisi heliografik berupa lintang dan bujur dicatat menggunakan koordinat Carrington, kemudian dilakukan regresi linier terhadap perubahan bujur terhadap waktu untuk memperoleh laju rotasi harian. Analisis rotasi diferensial dilakukan menggunakan fungsi LINEST pada Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara laju rotasi Matahari dan lintang heliografik dapat dinyatakan sebagai, ????(????)=(14,450±0,104)+(?1,227±4,558) sin2(????) Nilai parameter ???? yang bernilai negatif menunjukkan kecenderungan bahwa daerah lintang tinggi berotasi lebih lambat dibandingkan daerah ekuator, sesuai karakteristik rotasi diferensial Matahari. Namun, nilai ketidakpastian yang relatif besar menunjukkan bahwa sebaran data masih cukup tinggi dan dipengaruhi oleh jumlah data, distribusi lintang yang terbatas, serta keberadaan bintik dengan kecepatan relatif tinggi.