Cuaca antariksa memiliki hubungan erat dengan aktivitas Matahari.
Pengamatan Matahari, khususnya di rentang panjang gelombang radio
menjadi krusial karena bermanfaat untuk memitigasi dampak negatif akibat
fenomena-fenomena yang disebabkan oleh aktivitas di atmosfer Matahari,
misalnya Coronal Mass Ejections (CME) dan flares. Kedua fenomena
tersebut menjadi sumber utama penyebab terjadinya badai geomagnetik
di Bumi. Badai geomagnetik dapat mengakibatkan banyak kerugian bagi
keberlangsungan aktivitas kehidupan modern, misalnya gangguan pada sistem
navigasi, jaringan telekomunikasi, dan transportasi. Salah satu jaringan
pengamatan Matahari internasional pada rentang panjang gelombang radio
yang cukup terkenal adalah jejaring e-CALLISTO. Dengan memanfaatkan
spektrum dan perangkat lunak bawaan, CALLISTO dibuat dengan biaya yang
sangat terjangkau. Selain itu, ukurannya yang kecil memberikan keunggulan
dalam segi efisiensi, sehingga mudah dibawa ke mana-mana. Dalam Tugas
Akhir ini, sejumlah pengamatan Matahari dilakukan dengan menggunakan
instrumen CALLISTO yang dihubungkan dengan antena LWA. Hasilnya
dianalisis untuk memperoleh karakterisasi dari instrumen ini serta untuk
menentukan rencana pengamatan lanjutan ke depan.
Perpustakaan Digital ITB