digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Observatorium Bosscha (OB) merupakan observatorium astronomi modern pertama di Asia Tenggara yang berada di bawah pengelolaan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB). Meskipun memiliki sejarah panjang serta berbagai sumber daya yang unggul, OB menghadapi tantangan finansial dalam memenuhi kebutuhannnya sehingga diperlukan penggalian potensi untuk meningkatkan pendapatan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis keunggulan sumber daya internal OB, kondisi pasar eksternal OB, serta merekomendasikan ide kegiatan usaha yang dapat segera dilaksanakan dengan modal minim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, berlandaskan Design Thinking Framework pada tahap empathize, define, dan ideate. Data primer diperoleh melalui wawancara semiterstruktur terhadap sebelas narasumber staf yang masih aktif atau pernah bekerja di OB dan observasi langsung, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi pustaka serta benchmarking terhadap tiga observatorium sejenis, yaitu Lick, Sonnenborgh, dan Kwasan. Sumber daya internal dianalisis menggunakan kerangka Valuable, Rarity, Imitability, Organization (VRIO) dan lingkungan eksternal dianalisis menggunakan kerangka Political, Economic, Socio-cultural, Technological, Legal, Environmental (PESTLE), yang kemudian dipetakan ke dalam analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT) dan dirumuskan menjadi strategi melalui matriks Threats, Opportunities, Weaknesses, Strengths (TOWS). Strategi yang dihasilkan diimplementasikan menjadi empat belas ide kegiatan yang divisualisasikan melalui Business Model Canvas (BMC) dan dinilai kelayakannya menggunakan Feasibility Assessment Framework (FAF) dengan meninjau komponen Technical, Economic, Legal, Operational, Schedule (TELOS). Hasil penelitian menunjukkan tiga ide berada pada kategori paling layak untuk segera dijalankan, yaitu layanan konsultasi fasilitas dan program astronomi, layanan peminjaman Wisma Kerkhoven, dan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk perusahaan atau Brand. Tujuh ide lainnya berada pada kategori layak dengan penyesuaian tertentu dan empat ide lainnya dinilai belum layak dijalankan dengan kapasitas OB saat ini.