Near-Earth Supernova (NES) diperkirakan pernah terjadi pada zaman Ordovisian Akhir-Pleistosen Akhir (~440 juta-22 ribu tahun yang lalu), di mana partikel kosmik dan sinar gamma yang dipancarkan berakibat pada kepunahan massal bagi makhluk hidup zaman tersebut. Hasil sedimen yang mengandung minyak bumi adalah tanda pernah terjadinya fenomena di masa itu, sekaligus melimpahnya kandungan besi di Bumi maupun di Tata Surya dengan presensi sabuk asteroid. Melonjaknya radiokarbon atmosferis oleh diffusive shock acceleration pasca-ledakan SN kini terpakai untuk mendeteksi anomali dari perubahan ekosistem Bumi. Oleh karena itu, berubahnya iklim dipengaruhi berbagai peristiwa yang tidak dapat diamati mengingat lamanya berlalu waktu sejak terjadi, maka hanya efeknya saja yang bisa diamati. Tulisan ini membahas sejarah lintas abad dari penelitian NES melalui perspektif sejarah, berbagai efeknya pada Bumi, serta bagaimana ilmu ini berkembang di masa-masa mendatang.
Perpustakaan Digital ITB