Sektor perbankan digital di Indonesia telah mengalami transformasi besar. Empat bank terbesar berdasarkan modal inti di Indonesia, bersaing secara agresif untuk menarik klien melalui aplikasi mobile banking mereka. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk akan meluncurkan platform mobile banking unggulannya, "Wondr by BNI", pada tahun 2024.
Penelitian ini memiliki tiga tujuan yang saling berkaitan: mengukur nilai utilitas nasabah (estimasi part-worth) untuk atribut-atribut mobile banking beserta levelnya; mengidentifikasi kombinasi profil fitur yang paling disukai pasar secara umum maupun segmen nasabah yang berbeda; serta menghasilkan rekomendasi strategis berbasis data untuk memperkuat proposisi nilai kompetitif Wondr.
Desain penelitian kuantitatif dengan metode Choice-Based Conjoint (CBC) analysis diterapkan. Sebanyak 230 pengguna mobile banking aktif di kawasan metropolitan Jabodetabek menyelesaikan dua belas tugas pilihan (sepuluh tugas desain dan dua tugas holdout), menghasilkan 2.276 total observasi pilihan.
Biaya transfer menjadi atribut dominan (dengan tingkat kepentingan relative = 26.9%), dimana transfer gratis menjadi pendorong utama yang mempengaruhi pilihan nasabah. Terdapat perbedaan preferensi pada berbagai segmentasi: Kesiapan teknologi sedang terpengaruh dengan harga, kesiapan teknologi rendah terpengaruh dengan promosi dan kesingkatan, dan kesiapan teknologi tinggi berpengaruh kepada keamanan dan fitur tampilan.
Temuan-temuan ini mendukung imperatif strategis bagi BNI. Perusahaan harus mempertimbangkan biaya transfer mengingat hal tersebut memiliki kepentingan realtif tertinggi di studi ini. Untuk ekosistem mobile banking ekspansinya harus dilakukan bertahap, dengan pertama membangun fitur dasar pada aspek transaksional sebelum melakukan ekspansi kepada fitur pinjaman, gaya hidup maupun investasi. Studi ini juga menggabungkan teori Lancaster dan TRI 2.0 untuk membuat studi yang komprehensif dan mengisi kesenjangan penelitian.
Perpustakaan Digital ITB