Penelitian ini mengkaji kinerja keuangan dan kondisi financial distress PT XYZ selama periode 2020–2024, yang dipengaruhi oleh kerugian berkelanjutan, leverage yang tinggi, serta inefisiensi operasional yang persisten. Meskipun sempat mengalami perbaikan sementara setelah restrukturisasi tahun 2020, PT XYZ kembali menunjukkan penurunan kinerja struktural yang menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan jangka panjang perusahaan. Penelitian ini berfokus pada bagaimana kelemahan keuangan internal dan tekanan eksternal industri baja secara bersama-sama membentuk penurunan kondisi PT XYZ, serta sejauh mana model prediksi dapat menilai risiko kebangkrutannya.
Studi kasus ini menggunakan tiga komponen analitis. Pertama, analisis rasio keuangan digunakan untuk mengevaluasi tren profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan aktivitas guna memberikan gambaran menyeluruh mengenai kesehatan operasional dan finansial perusahaan. Kedua, kerangka DuPont diterapkan untuk menguraikan Return on Equity (ROE) dan mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhinya. Ketiga, penelitian ini menggunakan model Altman Z-Score, Ohlson O-Score, dan Zmijewski X-Score untuk mengukur financial distress. Benchmarking dengan perusahaan baja utama di ASEAN dilakukan untuk menempatkan kinerja PT XYZ dalam konteks kompetitif regional.
Analisis menunjukkan penurunan profitabilitas yang tajam, dengan NPM, ROA, dan ROE menjadi sangat negatif pada 2023–2024 akibat naiknya biaya produksi, melemahnya daya tawar harga, dan rendahnya efisiensi operasional. Likuiditas tetap lemah, sementara solvabilitas mencerminkan meningkatnya risiko leverage dan penurunan ekuitas. Rasio aktivitas juga menegaskan turunnya produktivitas aset. Analisis DuPont menunjukkan bahwa penurunan margin laba menjadi penyebab utama merosotnya ROE, diperburuk oleh leverage tinggi. Ketiga model distress secara konsisten mengklasifikasikan PT XYZ sebagai perusahaan distress, dengan sinyal yang semakin kuat pada dua tahun terakhir, sementara analisis eksternal menegaskan tekanan berat dari overcapacity global dan kompetisi impor.
Penelitian ini menunjukkan bahwa analisis keuangan terintegrasi dapat mengidentifikasi kerentanan struktural pada perusahaan BUMN industri dan menjadi dasar berbasis bukti untuk strategi pemulihan melalui efisiensi biaya, peningkatan operasional, dan penguatan permodalan.
Perpustakaan Digital ITB