digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyumbang sekitar 61 persen Produk Domestik Bruto nasional dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja Indonesia (Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, 2024). Dalam ekonomi digital, TikTok Shop menjadi platform social commerce yang dominan, dan sekitar 80 persen penjualannya di Indonesia terjadi melalui live streaming (Septiani, 2024). TikTok LIVE Dashboard menyediakan analitik real-time yang kaya, namun banyak penjual UMKM di Jabodetabek menghadapi kesenjangan interpretasi data, di mana akses terhadap dasbor tidak otomatis menghasilkan pengambilan keputusan real-time yang efektif. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana penjual UMKM TikTok Shop di Jabodetabek menginterpretasi metrik real-time LIVE Dashboard selama sesi live, dan bagaimana interpretasi tersebut membentuk tindakan taktis mereka. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dan berdasar pada Teori Kapabilitas Dinamis (Teece, 2007) yang menguraikan kapabilitas menjadi sensing, seizing, dan transforming, didukung Resource-Based View dan Knowledge-Based View. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan lima informan (empat penjual dan satu konsultan Multi-Channel Network), ditriangulasi dengan tangkapan layar LIVE Dashboard. Data dianalisis melalui analisis tematik manual menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap sensing, penjual berfokus pada sejumlah kecil metrik inti, yaitu Click-Through Rate (CTR), tingkat check-out, Gross Merchandise Volume (GMV), dan Return on Investment (ROI) iklan, serta menyaring sebagian besar indikator lainnya. Pada tahap seizing, penjual menafsirkan CTR tinggi dengan check-out rendah sebagai masalah harga atau validasi produk, dan memisahkan faktor internal yang dapat dikendalikan dari faktor eksternal seperti siklus gajian. Pada tahap transforming, penjual merespons dengan tindakan taktis konkret seperti menyusun ulang etalase, menyematkan produk unggulan, memberi flash sale, menguji pasar dengan stok terbatas, serta memulai ulang atau menghentikan sesi. Penelitian juga menemukan bahwa kapabilitas sensing terdistribusi tidak merata: terpusat pada pemilik atau staf data khusus, bukan pada host di depan kamera. Penelitian menyimpulkan bahwa interpretasi data dasbor berfungsi sebagai kapabilitas dinamis yang memediasi hubungan antara akses dasbor dan kinerja live. Penelitian ini memberikan kontribusi kualitatif dari sisi penjual terhadap literatur yang selama ini didominasi penelitian kuantitatif sisi konsumen.