Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyumbang sekitar 61 persen
Produk Domestik Bruto nasional dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja Indonesia
(Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, 2024). Dalam ekonomi digital, TikTok
Shop menjadi platform social commerce yang dominan, dan sekitar 80 persen penjualannya
di Indonesia terjadi melalui live streaming (Septiani, 2024). TikTok LIVE Dashboard
menyediakan analitik real-time yang kaya, namun banyak penjual UMKM di Jabodetabek
menghadapi kesenjangan interpretasi data, di mana akses terhadap dasbor tidak otomatis
menghasilkan pengambilan keputusan real-time yang efektif.
Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana penjual UMKM TikTok Shop di
Jabodetabek menginterpretasi metrik real-time LIVE Dashboard selama sesi live, dan
bagaimana interpretasi tersebut membentuk tindakan taktis mereka. Penelitian
menggunakan desain kualitatif deskriptif dan berdasar pada Teori Kapabilitas Dinamis
(Teece, 2007) yang menguraikan kapabilitas menjadi sensing, seizing, dan transforming,
didukung Resource-Based View dan Knowledge-Based View. Data primer dikumpulkan
melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan lima informan (empat penjual dan
satu konsultan Multi-Channel Network), ditriangulasi dengan tangkapan layar LIVE
Dashboard. Data dianalisis melalui analisis tematik manual menggunakan model interaktif
Miles, Huberman, dan Saldaña (2014).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap sensing, penjual berfokus pada
sejumlah kecil metrik inti, yaitu Click-Through Rate (CTR), tingkat check-out, Gross
Merchandise Volume (GMV), dan Return on Investment (ROI) iklan, serta menyaring
sebagian besar indikator lainnya. Pada tahap seizing, penjual menafsirkan CTR tinggi
dengan check-out rendah sebagai masalah harga atau validasi produk, dan memisahkan
faktor internal yang dapat dikendalikan dari faktor eksternal seperti siklus gajian. Pada
tahap transforming, penjual merespons dengan tindakan taktis konkret seperti menyusun
ulang etalase, menyematkan produk unggulan, memberi flash sale, menguji pasar dengan
stok terbatas, serta memulai ulang atau menghentikan sesi. Penelitian juga menemukan
bahwa kapabilitas sensing terdistribusi tidak merata: terpusat pada pemilik atau staf data
khusus, bukan pada host di depan kamera.
Penelitian menyimpulkan bahwa interpretasi data dasbor berfungsi sebagai
kapabilitas dinamis yang memediasi hubungan antara akses dasbor dan kinerja live.
Penelitian ini memberikan kontribusi kualitatif dari sisi penjual terhadap literatur yang
selama ini didominasi penelitian kuantitatif sisi konsumen.
Perpustakaan Digital ITB