Transisi energi perkotaan menuju sistem rendah karbon memerlukan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan pada rumah tangga dan elektrifikasi transportasi. Dalam konteks Jabodetabek, photovoltaic (PV) dan electric vehicle (EV) berpotensi diintegrasikan untuk meningkatkan pemanfaatan energi surya sekaligus mendukung kebutuhan mobilitas rumah tangga. Namun, penerapannya dipengaruhi oleh kesediaan mengadopsi, penerimaan teknologi, kemampuan membayar, serta karakteristik hunian dan penggunaan energi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi willingness to adopt (WTA) terhadap PV, EV, dan integrasi PV–EV dan mengestimasi willingness to pay (WTP) terhadap PV dan EV, serta menyusun rekomendasi strategi percepatan adopsinya pada rumah tangga perkotaan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui survei terhadap 272 responden rumah tangga pada hunian tapak di Jabodetabek. Variabel penelitian diidentifikasi melalui kajian literatur dan mencakup karakteristik demografi, rumah tangga, hunian, penggunaan listrik, mobilitas, serta faktor kognitif, perseptual, sosial, institusional, dan lingkungan. WTA dianalisis menggunakan analisis distribusi, regresi logistik bivariat dan multivariabel, sedangkan mekanisme penerimaan PV dan EV dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berdasarkan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). WTP diestimasi menggunakan Contingent Valuation Method dengan format Double-Bounded Dichotomous Choice dan dianalisis menggunakan regresi parametrik data interval. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WTA PV berkaitan dengan jumlah lantai, kondisi bayangan atap, daya listrik, jumlah kompor listrik, dan jumlah mobil listrik. WTA EV berkaitan dengan pendidikan, jumlah kompor listrik, jumlah lantai, dan luas lantai, sedangkan WTA integrasi PV–EV terutama berkaitan dengan luas lantai. Hasil SEM menunjukkan bahwa performance expectancy, social influence, dan facilitating conditions berhubungan positif dengan niat adopsi PV dan EV, sedangkan effort expectancy tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Median WTP masyarakat Jabodetabek diperkirakan sebesar Rp13,28 juta untuk PV dan Rp34,47 juta untuk EV, dengan variasi menurut karakteristik responden. Sintesis hasil WTA, WTP, penerimaan teknologi, preferensi kebijakan, dan komitmen menuju net zero energy building menjadi dasar penyusunan lima pilar strategi, yaitu peningkatan literasi dan penerimaan teknologi, fasilitasi kesiapan teknis dan integrasi PV–EV, pembiayaan dan insentif tersegmentasi, penguatan regulasi dan layanan kelembagaan, serta pengembangan adopsi bertahap menuju NZEB.
Perpustakaan Digital ITB