Abstrak_Michaelangelo Zennino Octova A.N.
PUBLIC Open In Flipbook Perpustakaan Prodi Arsitektur
Sektor konstruksi menghadapi tuntutan menyediakan hunian vertikal secara cepat sekaligus menurunkan emisi karbon dan limbah material. Dalam konteks kawasan perkotaan baru seperti Summarecon Gedebage, perancangan apartemen dituntut efisien secara ruang dan waktu konstruksi, serta mempertimbangkan keterbangunan sistem modular sejak tahap awal desain. Penelitian ini merespons dua isu yang saling berkaitan, yaitu modularisasi program ruang pada tahap desain dan materialisasi rendah karbon pada tahap produksi. Keduanya berangkat dari ketegangan yang sama, bahwa efisiensi produksi menuntut standardisasi komponen sementara kualitas arsitektural menuntut kepekaan terhadap kebutuhan tiap ruang.
Penelitian mengembangkan metode perancangan berbasis Design for Manufacturing and Assembly (DfMA) dan pendekatan parametrik yang disusun dalam lima tahap berurutan. Tahap pertama mengklasifikasikan tipe unit dan mengonversi luas target ke dalam grid dasar 0,9 × 0,9 m. Tahap kedua membagi luas unit menjadi fungsi ruang dan membentuk boundary modular, disertai mekanisme balancing agar tidak ada ruang yang menyusut di bawah ukuran layak huni. Tahap ketiga menggunakan Openness dengan variasi seed untuk membangkitkan alternatif denah, yang kemudian disaring melalui constraint geometri, indikator performa spasial, penyesuaian arsitek, dan revalidasi. Tahap keempat menerjemahkan denah tervalidasi menjadi komponen DfMA, menghitung kuantitas material melalui simulasi pemotongan pada lembar standar, serta mengevaluasi embodied carbon pada lingkup A1–A3. Tahap kelima menyusun unit terpilih menjadi komposisi lantai melalui iterasi rekursif yang dievaluasi menggunakan analisis isovist.
Hasil simulasi terhadap lebih dari 20.000 alternatif konfigurasi menunjukkan bahwa efisiensi spasial bergantung pada tipologi. Tipe Studio menampilkan performa paling stabil dengan ruang sisa terendah, sedangkan tipe 2 Bedroom memunculkan ruang sisa dan kompleksitas panel yang lebih besar akibat pemisahan zona privat. Pada tahap materialisasi, kinerja emisi terbukti sangat dipengaruhi profil rantai pasok wilayah, sehingga penyesuaian parameter algoritma terhadap ketersediaan material lokal mampu menurunkan embodied carbon secara signifikan. Kontribusi utama penelitian bukan klaim bahwa algoritma menghasilkan denah optimal, melainkan terbangunnya alur kerja yang membuat hubungan antara program ruang, alternatif desain, penilaian arsitek, dan konsekuensi material dapat ditelusuri kembali.
Perpustakaan Digital ITB