Streetscape merupakan tampilan visual ruang jalan yang dibentuk oleh bangunan, vegetasi, ruang pejalan kaki, dan elemen fisik lainnya yang secara kolektif membentuk identitas kawasan. Namun, perubahan fisik akibat dinamika perkotaan berpotensi menurunkan kualitas visual kawasan, sementara praktik dan penelitian konservasi Kawasan Cagar Budaya (KCB) masih didominasi pendekatan pada skala mikro dan makro. Kondisi ini menunjukkan adanya keterbatasan dalam pengelolaan kualitas visual kawasan pada skala meso, sehingga diperlukan pengembangan strategi konservasi berbasis kualitas streetscape.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi kualitas streetscape, merumuskan kriteria peningkatannya, serta mengembangkan model strategi konservasi skala meso berbasis streetscape pada KCB Kotabaru, Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) melalui integrasi pengukuran objektif berbasis analisis citra streetscape dan penilaian subjektif berdasarkan persepsi pakar. Evaluasi kualitas streetscape dilakukan menggunakan atribut visual Imageability, Walkability, Enclosure, Greenness, dan Openness (IWEGO).
Hasil pengukuran objektif menunjukkan bahwa kualitas streetscape Kotabaru didukung oleh atribut enclosure dan greenness yang berkategori kuat, sedangkan openness dan walkability menunjukkan kualitas yang bervariasi. Sebaliknya, imageability berkategori sangat lemah dan menjadi prioritas peningkatan. Penilaian subjektif pakar umumnya selaras dengan temuan objektif tersebut, meskipun imageability tetap dipersepsikan kuat karena dominasi visual vegetasi yang merepresentasikan karakter historis Kotabaru sebagai kawasan Garden City. Evaluasi terhadap skenario peningkatan juga menunjukkan bahwa identitas dan karakter KCB Kotabaru terbentuk melalui kualitas streetscape yang dihasilkan dari keseimbangan dan koherensi visual antaratribut dalam merepresentasikan nilai signifikansi kawasan. Temuan ini mempertegas bahwa peningkatan kualitas streetscape bergantung pada keseimbangan dan koherensi hubungan antaratribut visual, bukan pada penguatan satu parameter IWEGO secara terpisah.
Penelitian ini menghasilkan model konseptual konservasi berbasis kualitas streetscape yang menempatkan streetscape sebagai unit konservasi pada skala meso. Model tersebut menunjukkan bahwa evaluasi dan intervensi kualitas streetscape perlu dilakukan secara segmental dan kontekstual melalui pengelolaan hubungan visual sesuai karakteristik setiap segmen jalan, sekaligus menyediakan framework konservasi yang kontekstual, terukur, dan sistematis untuk mendukung pengambilan keputusan, evaluasi, perencanaan, serta pengelolaan kualitas streetscape KCB.
Perpustakaan Digital ITB