digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

PT ENERGI NASIONAL Plaju, berlokasi di Palembang, Sumatera Selatan, merupakan salah satu unit kilang yang beroperasi di bawah PT ENERGI NASIONAL sebagai bagian dari Subholding Refining & Petrochemical PT ONE ENERGY. Sebagai aset penting di bidang kilang dan petrokimia, PT ENERGI NASIONAL Plaju memiliki peran strategis dalam mendukung operasi petrokimia hilir dan menjaga pasokan polypropylene di Indonesia. Salah satu aset strategis utamanya adalah Polypropylene Unit (PPU) yang memproduksi sekitar 45.200 ton polypropylene per tahun dengan merek Polytam. Unit ini adalah salah satu kontributor utama terhadap profitabilitas kilang, menghasilkan produk petrokimia dengan margin tinggi serta memberikan nilai tambah pada aktivitas hilir. Hidrogen merupakan utilitas yang sangat penting dalam proses polimerisasi pada Polypropylene Unit. Namun demikian, hydrogen plant milik PT ENERGI NASIONAL Plaju telah berhenti beroperasi sejak tahun 2017 akibat kerusakan berat pada peralatan utama dan modul-modul pendukung, yang memengaruhi komponen vital seperti valve, sensor, pompa, serta sistem katalis. Oleh karena itu, kilang saat ini sepenuhnya bergantung pada pasokan hidrogen dari pemasok eksternal untuk menjamin keberlangsungan produksi. Berdasarkan data perusahaan, Polypropylene Unit membutuhkan sekitar 50.000 Nm³/tahun hidrogen dengan rata-rata biaya pengadaan tahunan sekitar Rp1,4 miliar. Meskipun pasokan eksternal memberikan solusi operasional jangka pendek, ketergantungan jangka panjang terhadap pemasok hidrogen eksternal menimbulkan berbagai risiko operasional dan strategis, termasuk potensi gangguan pasokan, volatilitas harga, ketidakpastian terhadap kemurnian hidrogen, serta berkurangnya fleksibilitas operasional. Mengingat pentingnya peran strategis Polypropylene Unit serta risiko operasional jangka panjang akibat ketergantungan terhadap pasokan hidrogen eksternal, permasalahan pasokan hidrogen tidak lagi dipandang sekadar sebagai persoalan teknis pemeliharaan, melainkan sebagai keputusan investasi strategis. PT ENERGI NASIONAL Plaju perlu menentukan alternatif pasokan hidrogen yang paling tepat dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kelayakan finansial, keandalan operasional, risiko implementasi, serta keberlanjutan bisnis jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi alternatif penyediaan hidrogen serta menentukan alternatif strategis yang paling sesuai bagi PT ENERGI NASIONAL Plaju. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian dilakukan melalui kerangka analisis terintegrasi yang mencakup analisis SWOT-TOWS, Fuzzy Delphi Method (FDM), dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Analisis SWOT-TOWS digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal, serta peluang dan ancaman eksternal, yang kemudian diterjemahkan menjadi alternatif strategi yang layak. FDM digunakan untuk memvalidasi relevansi kriteria evaluasi serta memperoleh konsensus para ahli (Subject Matter Experts/SMEs). Sementara itu, AHP digunakan sebagai metode utama dalam pengambilan keputusan multikriteria untuk menentukan bobot masing-masing kriteria, mengevaluasi alternatif melalui perbandingan berpasangan (pairwise comparison), serta menghasilkan peringkat akhir alternatif secara terstruktur dan konsisten. Hasil analisis FDM mengonfirmasi pentingnya delapan kriteria evaluasi utama, yaitu Capital Expenditure (CAPEX), Operating Expenditure (OPEX), Net Present Value (NPV), Equipment Reliability, Operability & Maintainability, Supply Continuity, H? Quality/Purity Assurance serta Implementation Risk. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa Equipment Reliability, Net Present Value (NPV), dan Supply Continuity merupakan kriteria yang paling berpengaruh dalam menentukan strategi pasokan hidrogen yang diprioritaskan. Hasil pemeringkatan akhir AHP menunjukkan bahwa alternatif pembangunan hydrogen plant baru memperoleh skor prioritas global tertinggi dibandingkan alternatif lainnya. Meskipun alternatif ini memerlukan investasi awal terbesar, alternatif tersebut memberikan keandalan operasional jangka panjang yang lebih baik, kontinuitas pasokan yang lebih terjamin, pengendalian proses yang lebih optimal, serta kemandirian operasional dari pemasok eksternal. Analisis sensitivitas dilakukan untuk menguji ketahanan model keputusan terhadap berbagai skenario perubahan bobot kriteria. Hasilnya menunjukkan bahwa peringkat alternatif tetap stabil terhadap variasi pembobotan kriteria, mengindikasikan model keputusan ini memiliki tingkat robustnes dan reliabilitas yang baik dalam mendukung pengambilan keputusan investasi strategis. Berdasarkan keseluruhan hasil analisis, penelitian ini menyimpulkan bahwa pembangunan hydrogen plant baru merupakan strategi penyediaan hidrogen yang paling optimal dan berkelanjutan bagi PT ENERGI NASIONAL Plaju. Alternatif terpilih ini memberikan kombinasi terbaik antara nilai finansial, keandalan operasional, pengelolaan risiko, serta keberlanjutan bisnis jangka panjang dalam mendukung keberlangsungan produksi polypropylene sekaligus meningkatkan daya saing bisnis kilang dan petrokimia PT ONE ENERGY di Indonesia.