digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini mengevaluasi kelayakan operasional dan finansial proyek penyambungan tegangan tinggi berkapasitas 140 MVA untuk PT Mitra Murni Perkasa (MMP), fasilitas smelter mineral di Tempadung, Kariangau, Balikpapan. Proyek ini mencakup pembangunan Gardu Induk (GI) Tempadung dan jaringan transmisi sepanjang 2,6 km, dengan estimasi investasi sebesar Rp 220,46 miliar yang bersumber dari dana internal PLN. Penilaian aspek operasional mengacu pada studi kelayakan teknis internal PLN yang menggunakan simulasi aliran daya dan hubung singkat dengan DIgSILENT PowerFactory, bukan perhitungan ulang yang dilakukan dalam penelitian ini. Kelayakan finansial dinilai melalui pemodelan arus kas dengan indikator NPV, IRR, BCR, dan payback period, dilengkapi analisis sensitivitas terhadap eskalasi biaya investasi hingga 30% serta penilaian Risiko. Temuan awal menunjukkan bahwa sistem Mahakam 150 kV, yang memiliki surplus 724 MW, mampu melayani tambahan beban tersebut dalam batas grid code, dengan syarat pemasangan kapasitor 25 MVAR di GI Tempadung untuk menjaga kualitas tegangan; arus hubung singkat pada bus terdekat tetap berada di bawah kapasitas peralatan. Secara finansial, proyek menghasilkan NPV positif, BCR lebih besar dari satu, payback period kurang dari lima tahun, serta IRR yang melampaui batas minimum WACC korporat 13,69%. Kelayakan tetap terjaga pada skenario eskalasi biaya 15%, meskipun margin profitabilitas menurun. Hasil ini masih bersifat sementara: nilai IRR terhitung yang sangat tinggi (86,18%) dan data kualitatif yang belum lengkap memerlukan validasi lanjutan. Penelitian ini menawarkan kerangka kerja yang dapat direplikasi untuk mengintegrasikan analisis teknis, finansial, dan risiko pada proyek penyambungan industri yang mendukung agenda hilirisasi Indonesia.