Penelitian ini mengevaluasi kelayakan operasional dan finansial proyek
penyambungan tegangan tinggi berkapasitas 140 MVA untuk PT Mitra Murni
Perkasa (MMP), fasilitas smelter mineral di Tempadung, Kariangau, Balikpapan.
Proyek ini mencakup pembangunan Gardu Induk (GI) Tempadung dan jaringan
transmisi sepanjang 2,6 km, dengan estimasi investasi sebesar Rp 220,46 miliar
yang bersumber dari dana internal PLN. Penilaian aspek operasional mengacu
pada studi kelayakan teknis internal PLN yang menggunakan simulasi aliran daya
dan hubung singkat dengan DIgSILENT PowerFactory, bukan perhitungan ulang
yang dilakukan dalam penelitian ini. Kelayakan finansial dinilai melalui
pemodelan arus kas dengan indikator NPV, IRR, BCR, dan payback period,
dilengkapi analisis sensitivitas terhadap eskalasi biaya investasi hingga 30% serta
penilaian Risiko.
Temuan awal menunjukkan bahwa sistem Mahakam 150 kV, yang memiliki surplus
724 MW, mampu melayani tambahan beban tersebut dalam batas grid code,
dengan syarat pemasangan kapasitor 25 MVAR di GI Tempadung untuk menjaga
kualitas tegangan; arus hubung singkat pada bus terdekat tetap berada di bawah
kapasitas peralatan. Secara finansial, proyek menghasilkan NPV positif, BCR lebih
besar dari satu, payback period kurang dari lima tahun, serta IRR yang melampaui
batas minimum WACC korporat 13,69%. Kelayakan tetap terjaga pada skenario
eskalasi biaya 15%, meskipun margin profitabilitas menurun.
Hasil ini masih bersifat sementara: nilai IRR terhitung yang sangat tinggi (86,18%)
dan data kualitatif yang belum lengkap memerlukan validasi lanjutan. Penelitian
ini menawarkan kerangka kerja yang dapat direplikasi untuk mengintegrasikan
analisis teknis, finansial, dan risiko pada proyek penyambungan industri yang
mendukung agenda hilirisasi Indonesia.
Perpustakaan Digital ITB