Penelitian ini membahas keterbatasan visibilitas pembentukan biaya pada tingkat
aktivitas ketika alternatif rencana penimbunan masih dievaluasi terutama
berdasarkan estimasi biaya agregat dan kebutuhan armada. Penelitian
mengevaluasi implikasi biaya satuan dari rencana relokasi area penimbunan pada
kegiatan pemindahan lapisan penutup di PT. XYZ selama periode perencanaan
2027–2029. Penelitian bertujuan menghitung biaya satuan pada tingkat aktivitas
dan total biaya satuan pada Plan A sebagai skenario dasar dan Plan B sebagai
skenario relokasi, mengidentifikasi aktivitas utama penyebab perbedaan biaya,
serta menilai implikasi finansialnya.
Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus terapan yang didominasi oleh
analisis kuantitatif. Data numerik diperoleh dari dokumen internal perusahaan
yang telah disetujui, sedangkan wawancara semi-terstruktur digunakan untuk
mengonfirmasi permasalahan bisnis, memvalidasi struktur aktivitas, klasifikasi
biaya, cost driver, dan interpretasi hasil. Model Activity-Based Costing
mengalokasikan biaya sumber daya ke dalam aktivitas OB Loading, OB Hauling,
OB Dozing, OB Road Maintenance, OB Support, OB Lighting, dan OB Overhead.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Plan B secara konsisten menghasilkan biaya
satuan yang lebih rendah. Total biaya satuan Plan A adalah US$4,33/bcm pada
2027, US$4,21/bcm pada 2028, dan US$3,94/bcm pada 2029, sedangkan Plan B
menghasilkan US$3,40/bcm, US$3,23/bcm, dan US$3,18/bcm. Pengurangan biaya
masing-masing sebesar US$0,93/bcm, US$0,98/bcm, dan US$0,77/bcm, terutama
berasal dari aktivitas OB Hauling akibat berkurangnya jarak angkut, cycle time,
kebutuhan truk, dan operator. Dalam model perencanaan finansial terintegrasi,
Plan B diproyeksikan menurunkan total biaya sekitar US$68 juta dan
meningkatkan laba setelah profit sharing sekitar US$46 juta. Penelitian
merekomendasikan Plan B sebagai dasar perencanaan, dengan tetap melakukan
validasi terhadap asumsi teknis dan operasional sebelum implementasi.
Perpustakaan Digital ITB