digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini membahas keterbatasan visibilitas pembentukan biaya pada tingkat aktivitas ketika alternatif rencana penimbunan masih dievaluasi terutama berdasarkan estimasi biaya agregat dan kebutuhan armada. Penelitian mengevaluasi implikasi biaya satuan dari rencana relokasi area penimbunan pada kegiatan pemindahan lapisan penutup di PT. XYZ selama periode perencanaan 2027–2029. Penelitian bertujuan menghitung biaya satuan pada tingkat aktivitas dan total biaya satuan pada Plan A sebagai skenario dasar dan Plan B sebagai skenario relokasi, mengidentifikasi aktivitas utama penyebab perbedaan biaya, serta menilai implikasi finansialnya. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus terapan yang didominasi oleh analisis kuantitatif. Data numerik diperoleh dari dokumen internal perusahaan yang telah disetujui, sedangkan wawancara semi-terstruktur digunakan untuk mengonfirmasi permasalahan bisnis, memvalidasi struktur aktivitas, klasifikasi biaya, cost driver, dan interpretasi hasil. Model Activity-Based Costing mengalokasikan biaya sumber daya ke dalam aktivitas OB Loading, OB Hauling, OB Dozing, OB Road Maintenance, OB Support, OB Lighting, dan OB Overhead. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Plan B secara konsisten menghasilkan biaya satuan yang lebih rendah. Total biaya satuan Plan A adalah US$4,33/bcm pada 2027, US$4,21/bcm pada 2028, dan US$3,94/bcm pada 2029, sedangkan Plan B menghasilkan US$3,40/bcm, US$3,23/bcm, dan US$3,18/bcm. Pengurangan biaya masing-masing sebesar US$0,93/bcm, US$0,98/bcm, dan US$0,77/bcm, terutama berasal dari aktivitas OB Hauling akibat berkurangnya jarak angkut, cycle time, kebutuhan truk, dan operator. Dalam model perencanaan finansial terintegrasi, Plan B diproyeksikan menurunkan total biaya sekitar US$68 juta dan meningkatkan laba setelah profit sharing sekitar US$46 juta. Penelitian merekomendasikan Plan B sebagai dasar perencanaan, dengan tetap melakukan validasi terhadap asumsi teknis dan operasional sebelum implementasi.