ABSTRAK Kadek Devi Ghita Saraswati
Terbatas Perpustakaan Prodi Arsitektur
» ITB
Terbatas Perpustakaan Prodi Arsitektur
» ITB
Mental disorder atau gangguan mental merupakan penyakit kejiwaan yang melibatkan perubahan emosi, pola pikir, perilaku, ataupun gabungan dari ketiganya. Pada tahun 2016, International Health Metrics and Evaluation (IHME) mengestimasi bahwa lebih dari 1,1 miliar penduduk di dunia mengalami penyakit gangguan mental (mental disorder). Gangguan mental dapat menyerang semua usia terutama pada fase remaja. Pada fase ini, perubahan fisik yang cepat dan terjadi secara berkelanjutan pada remaja menyebabkan para remaja sadar dan lebih sensitif terhadap bentuk tubuhnya dan mencoba membandingkan dengan teman-teman sebaya. Remaja yang mengalami kesulitan dalam menentukan identitas diri, tujuan, dan pendirian hidup di masa pemantapan pendirian hidup mereka (Hurlock, 2017), berisiko mengidap bipolar disorder. Gangguan bipolar merupakan gangguan mental yang tergolong psikosis, yaitu gangguan otak yang menyebabkan perubahan suasana hati, energi, tingkat aktivitas yang tidak biasa pada individu (NIMH, 2016). Gejala gangguan bipolar yang bersifat episodik memberikan kesempatan pada pasien agar dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari dengan normal. Sayangnya, penanganan kasus gangguan bipolar di Indonesia masih belum ditangani dengan baik, karena masyarakat Indonesia yang masih belum memahami akan pentingnya kesehatan mental dan adanya stigma negatif yang beredar mengakibatkan penderita memilih untuk berdiam, karena merasa tidak aman, tidak nyaman, dan merasa dirinya tidak diterima.
Salah satu teori yang ada pada bidang kesehatan dan dapat diterjemahkan ke dalam perancangan adalah teori salutogenesis. Teori tersebut secara garis besar berkaitan dengan studi psikososial yang berupaya untuk menjaga kesehatan manusia (state of wellbeing). Beberapa penelitian terkait penerapan salutogenesis dalam arsitektur (salutogenic architecture) yang dilakukan oleh Golembiewski (2010, 2017) menghasilkan pedoman dalam perancangan fasilitas kesehatan mental yang terdiri dari tiga komponen utama dalam salutogenesis yang terdapat pada SOC dan menjadi kata kunci yang dapat diterjamahkan dalam elemen arsitektural, yaitu comprehensibility, manageability, dan meaningfulness. Selain membentuk lingkungan fisik yang aman dan nyaman untuk pasien, komunitas juga dapat membantu proses penyembuhan pasien. Komunitas merupakan salah satu elemen yang penting untuk kesehatan mental, karena aspek-aspek seperti belonging (membantu pasien untuk memiliki self-love), support (membantu pasien saat sedang dalam situasi sulit), dan purpose (membantu memberi makna pada kehidupan pasien).
Proyek ini bertujuan untuk menciptakan fasilitas kesehatan berupa klinik terapi yang dapat mendukung proses pemulihan pasien bipolar dengan pendekatan teori salutogenesis dengan menghadirkan perancangan yang mendukung aspek psikososial. Perancangan proyek ini dilakukan dengan memperhatikan persoalan-persoalan perancangan yang ada dan diselesaikan dengan menerapkan teori salutogenesis, yaitu area of freedom, the importance of first impression, dan the nature connection.
Perpustakaan Digital ITB