Valuasi perusahaan saat ini penting dilakukan karena investor berhati-hati terhadap kondisi ekonomi makro dan kinerja perusahaan itu sendiri. Pandemi global Covid19 sebelumnya memiliki dampak signifikan pada pasar keuangan, gangguan rantai pasok, dan pada kinerja perusahaan. Risiko geopolitik juga menjadi isu yang menimbulkan sentimen negatif terhadap pasar keuangan. Diukur menggunakan Caldara-lacoviello, Indeks Risiko Geopolitik (GPR Indeks) melonjak ke level tertinggi sejak 18 tahun terakhir akibat invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022. Pertumbuhan global diperkirakan tetap stabil pada kisaran 3,3% pada tahun 2023 hingga 3,1% pada tahun 2029 menurut IMF. World Economic Outlook tahun 2024 merilis PMI Manufaktur yang menunjukkan bahwa kondisi ekonomi saat ini sedang dalam ekspansi.
Secara domestik, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 4,7% hingga 5,5% dipengaruhi oleh dampak langsung tarif impor AS. Selain itu, kebijakan moneter AS yang masif dan cepat berdampak signifikan terhadap nilai fundamental rupiah. Oleh karena itu, untuk mengatasi dampaknya di Indonesia pemerintah mengeluarkan kebijakan dan salah satu solusinya adalah menyesuaikan suku bunga. Kebijakan suku bunga Indonesia akan mempengaruhi sektor ekonomi dan bisnis nasional, khususnya di industri properti.
PT Ciputra Development Tbk (CTRA) memperoleh pendapatan utama dari segmen pengembangan propert yang merupakan bagian penopang utama keuangannya. Berdasarkan laporan tahunan 2024, segmen ini telah menyumbang sekitar 80% dari total pendapatan CTRA. Bank Indonesia dalam Survei Indeks Harga Properti Residensial Q1 2025 menunjukkan bahwa harga properti residensial masih naik sekitar 1,07% (yoy). Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mendominasi sebesar 70,68% dari total pembiayaan yang disukai untuk pembelian properti residensial, diikuti oleh cicilan tunai sebesar 19,53% dan tunai sebesar 9,79%.
Kondisi ini menarik bagi investor untuk melakukan valuasi harga saham CTRA karena harga saham per lembar turun sebesar 32.97% dari harga tertinggi di 2024 sementara CTRA memiliki potensi untuk menghasilkan lebih banyak pendapatan bagi investor. Menggunakan model Discounted Cash Flow (DCF), nilai intrinsik CTRA adalah IDR 1.973,49. Dibandingkan dengan harga saham saat ini dan valuasi relatif, harga saham CTRA relatif undervalued.
Perpustakaan Digital ITB