PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur beton readymix dan girder pracetak. Perusahaan ini beroperasi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat pemerintahan baru. Pembangunan IKN yang masih dalam tahap pengembangan menimbulkan tantangan yang lebih kompleks bagi PT XYZ dari berbagai aspek. Akibatnya, PT XYZ menghadapi permasalahan utama berupa kelangkaan pasokan beton siap pakai di wilayah IKN. Sebelum menentukan solusi yang tepat, akar masalah perlu diidentifikasi melalui sejumlah metode analisis. Keputusan yang diambil harus layak diterapkan dan mempertimbangkan aspek-aspek penting yang berkaitan langsung dengan proses produksi.
Konsep dan Kerangka penelitian ini dirancang untuk merepresentasikan seluruh aspek ideal dalam rantai pasok beton siap pakai, yaitu meliputi aspek Lingkungan, Produk, Metode, Manajemen Rantai Pasok, Waktu, dan Keuangan. Penelitian ini mengidentifikasi penyebab utama permasalahan dengan Kepner-Tregoe Analysis yang digunakan untuk mengevaluasi situasi secara menyeluruh, termasuk batasanbatasan yang tidak perlu dianalisis lebih lanjut. Setelah akar masalah ditemukan, analisis SWOT digunakan untuk menggali faktor internal dan eksternal yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan, serta menjadi dasar dalam merumuskan alternatif solusi.
Penelitian ini melibatkan pendapat dari para ahli (Subject Matter Experts) melalui metode perbandingan berpasangan (Pairwise Comparison) guna menghasilkan keputusan yang memenuhi semua kriteria solusi yang telah ditentukan. Lima kriteria solusi dan tiga alternatif solusi diajukan berdasarkan masukan dari para ahli. Kriteria solusi tersebut meliputi Biaya (Cost), Fleksibilitas & Adaptabilitas (Flexibility & Adaptability) , Waktu (Schedule), Kualitas Produk (Product Quality), dan Keandalan Rantai Pasok (Supply Chain Reliability), serta ketiga alternatif solusi merupakan opsi yang dianggap layak untuk mengatasi masalah yang ada. Terhadap solusi alternatif dilakukan perankingan dengan metode Analytical Hierarchy Process dengan tujuan mencari solusi yang feasibel dan tepat.
Hasil analisis menunjukkan bahwa membangun batching plant baru menjadi prioritas utama dengan skor sebesar 50,3%, berdasarkan kelima kriteria penilaian tersebut. Sebelum implementasi dilakukan, rencana ini harus didukung oleh persiapan yang memadai, termasuk mitigasi risiko, perencanaan anggaran, dan pemetaan lokasi, agar solusi dapat dijalankan secara efektif.
Perpustakaan Digital ITB