digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Industri video game telah tumbuh secara eksponensial selama beberapa dekade terakhir, menjadi sektor dominan di industri hiburan global. Meskipun pertumbuhannya pesat, proses pengembangan game tetap sangat kompleks dan berbeda dari pengembangan perangkat lunak tradisional, yang membutuhkan pendekatan yang kreatif dan gesit. Salah satu tantangan utamanya adalah estimasi waktu yang tidak akurat dalam proyek pengembangan game, yang sering kali disebabkan oleh ketidakpastian yang melekat pada sifat industri yang iteratif dan kreatif. Makalah ini membahas tantangan tersebut dengan mengintegrasikan Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review Technique (PERT) dengan distribusi Rayleigh untuk meningkatkan akurasi estimasi waktu dalam kondisi ketidakpastian yang tinggi. Data dari proyek pengembangan game yang telah selesai oleh perusahaan game Indonesia, PT. ABC, dianalisis, dengan menggunakan data historis dari Proyek Black (Oktober 2023 – Agustus 2024) sebagai dasar evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model RayleighPERT, dengan keyakinan 70% dan estimasi kualitas ahli sebesar 0,3, memberikan estimasi waktu yang paling akurat, dengan deviasi hanya sebesar 4,26% dari kinerja proyek aktual, jauh lebih baik dibandingkan dengan CPM (20%) dan PERT tradisional (15,2%). Penelitian ini berkontribusi pada peningkatan manajemen proyek dalam industri video game dengan memasukkan ketidakpastian ke dalam estimasi waktu, menawarkan jadwal yang lebih realistis untuk proyek pengembangan game, dan meningkatkan pelaksanaan proyek secara keseluruhan. Namun, cakupan penelitian ini terbatas pada Proyek Black oleh PT. ABC, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memvalidasi generalisasi ke proyek atau industri lainnya.