digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Ketidaksetaraan gender masih menjadi masalah yang kritis dan kompleks di sektor garmen Indonesia, di mana perempuan kurang terwakili dalam peran kepemimpinan, meskipun mereka adalah mayoritas dalam angkatan kerja. Penelitian ini berupaya untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh dan holistik terhadap tantangan sosial, dengan menggunakan analisis kualitatif mendalam yang didasarkan pada “four frames of gender in organization”. Termotivasi oleh kebutuhan untuk mengungkap faktor-faktor rumit yang berkontribusi terhadap kesenjangan gender, dan untuk mengusulkan strategi yang mendorong kesetaraan di dalam sektor ini. Penelitian ini disusun untuk berkembang melalui berbagai tahap, dimulai dengan menyelami secara mendalam norma-norma sosial budaya yang tertanam kuat dan praktik-praktik sistemik yang secara konsisten menguntungkan laki-laki. Stereotip kepemimpinan yang maskulin muncul sebagai faktor pengucilan yang signifikan, yang membatasi peluang yang tersedia bagi perempuan dan menghambat kemajuan profesional mereka. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktorfaktor ini menghambat kemajuan perempuan dan berkontribusi secara signifikan terhadap rendahnya keterwakilan perempuan dalam peran kepemimpinan. Pada saat yang sama, penelitian ini juga mengakui kemampuan unik yang dimiliki oleh para pemimpin perempuan untuk meningkatkan kinerja organisasi, dan menyadari potensi yang masih kurang dimanfaatkan. Untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang tantangan yang dihadapi perempuan di sektor garmen, penelitian ini menggabungkan pendekatan kualitatif, melakukan wawancara dengan karyawan untuk menafsirkan pengalaman pribadi dengan bias gender dan menyelidiki tantangan spesifik yang dihadapi karyawan sektor garmen. Metodologi penelitian ini mencakup penerapan analisis PESTLE dan SWOT, yang memfasilitasi evaluasi yang bernuansa terhadap faktor lingkungan eksternal dan karakteristik internal organisasi yang berkontribusi terhadap kesenjangan gender. Hipotesis yang mendasari penelitian ini menyatakan bahwa secara aktif mengatasi bias gender dan meruntuhkan hambatan-hambatan buatan akan berperan penting dalam mencapai kondisi representasi gender yang adil dalam sektor garmen. Seiring dengan berjalannya penelitian, asumsi dan hipotesis akan diuji secara hati-hati, dengan tujuan tidak hanya untuk memvalidasi asumsi-asumsi ini tetapi juga untuk mengidentifikasi dan merekomendasikan inisiatif yang mempromosikan inklusivitas. Inisiatif yang diusulkan mencakup pembentukan program bimbingan dan penekanan yang terencana pada evaluasi yang adil, yang mengakui bahwa pencapaian representasi gender yang adil berfungsi sebagai katalisator untuk memungkinkan perempuan meningkatkan potensi mereka secara penuh. Hal ini, diharapkan dapat meningkatkan keberlanjutan dan daya saing sektor garmen. Selain eksplorasi teoretis, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan praktis yang dapat memandu organisasi di sektor garmen menuju kesetaraan gender yang lebih baik. Dengan membahas masalah dan tujuan penelitian secara komprehensif, penelitian ini berupaya memberikan kontribusi yang substansial terhadap topik tentang kesenjangan gender di sektor garmen Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk menawarkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti untuk perubahan positif, membentuk lanskap industri yang lebih inklusif dan adil. Melalui pendekatan yang beragam, penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk menjelaskan kompleksitas ketidaksetaraan gender, tetapi juga untuk menjadi katalisator bagi tindakan transformatif, menciptakan sektor di mana potensi semua individu, tanpa memandang jenis kelamin, diakui dan dimanfaatkan secara penuh.