Orang sering menggunakan aset yang dikelola (AUM) dari perusahaan manajemen investasi sebagai indikator utama saat mengevaluasi pilihan investasi mereka. Anargya AUM kurang kompetitif, peringkat 72 dari 95 manajer investasi di Indonesia. Anargya merasa perlu memprioritaskan peningkatan AUM mereka untuk menjaring prospek agar dapat dikonversi menjadi penjualan. Anargya perlu mengevaluasi ulang strategi pemasaran mereka untuk meningkatkan kesadaran merek, dengan harapan dapat meningkatkan reksa dana AUM mereka. penulis pertama-tama melakukan analisis internal dan eksternal Anargya kemudian diikuti dengan analisis SWOT/TOWS. Segmentasi, target, dan posisi objek penelitian kemudian ditentukan oleh penulis melalui pemilihan pasar. Penulis kemudian akan mengkaji bauran pemasaran (7P) sebelum merumuskan strategi komunikasi pemasaran yang sesuai dengan objek penelitian. Strategi pemasaran yang kurang dapat menghambat kemampuan perusahaan untuk hadir baik secara fisik maupun digital. Strategi pemasaran yang diusulkan adalah mengidentifikasi dan menganalisis pasar sasaran—sekelompok orang yang ingin dijual produknya oleh perusahaan—dan kemudian menciptakan bauran pemasaran yang sesuai dan mampu memuaskan pasar sasaran Anargya.
Anargya tidak cukup siap untuk mengkomunikasikan pesan mereknya. Perusahaan manajemen investasi ini dapat mengatasi tantangan dan meningkatkan strategi pemasaran dan kehadiran media sosial mereka, yang mengarah pada peningkatan kesadaran merek dan keterlibatan dengan audiens target mereka. Subpar di platform media sosial dapat menghambat kemampuan perusahaan untuk menarik dan mempertahankan pengikut dan mengomunikasikan pesan mereknya secara efektif. Dengan mengatasi alasan ini dan menerapkan tindakan yang disarankan, perusahaan manajemen investasi dapat mengatasi tantangan dan meningkatkan strategi pemasaran dan kehadiran media sosial mereka, yang mengarah pada
Perpustakaan Digital ITB