2023_TS_PP_Shintya Rahmi Utami_29121337_1-Full Thesis.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Yose Ali Rahman
Sebuah organisasi nirlaba yang dikenal sebagai LSM didirikan dengan
tujuan utama membuat dampak sosial yang baik daripada mengejar keuntungan
finansial. Karena berkurangnya sumber dukungan keuangan tradisional mereka,
organisasi-organisasi ini, yang sebagian besar bergantung secara signifikan pada
sumbangan amal sebagai sumber pendapatan, saat ini mengalami kesulitan yang
cukup besar. LSM harus mengeksplorasi berbagai metode untuk meningkatkan
stabilitas keuangan mereka, mendiversifikasi sumber pendapatan mereka, dan
mengurangi ketergantungan mereka pada donor untuk mengamankan keberlanjutan
jangka panjang mereka dan meningkatkan dampaknya.
Sebuah studi komprehensif akan dilakukan dengan fokus pada Global Peace
Foundation Indonesia untuk mengatasi masalah ini. Potensi proyek Global Peace
Foundation Indonesia untuk menjadi wirausaha sosial dan mencapai kemandirian
finansial akan diselidiki menggunakan pendekatan Analisis Kesenjangan dalam
penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan dan menciptakan
model bisnis sosial inovatif yang dapat mendukung misi organisasi sambil
menghasilkan sumber pendapatan yang dapat diandalkan.
Penelitian ini melakukan perbandingan langkah-langkah menyeluruh yang
digariskan oleh Fowler dalam kerangka kerjanya untuk perusahaan sosial, strategi
inovatif yang didukung oleh Ann Mei Chang melalui konsep organisasi hibridanya,
dan model bisnis signifikan yang disumbangkan oleh Burkett untuk mendorong
dampak sosial melalui bisnis sosial dalam upaya menciptakan kerangka kerja yang
koheren dan komprehensif untuk menerapkan kewirausahaan sosial.
Studi ini bertujuan untuk menawarkan pengetahuan menyeluruh tentang
kewirausahaan sosial yang sukses dengan mengontraskan dan menggabungkan
ketiga paradigma penting ini. Untuk membantu praktisi, organisasi, dan pembuat
kebijakan menavigasi kesulitan kewirausahaan sosial dengan kejelasan dan tujuan,
tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan kerangka kerja terpadu yang
menggabungkan praktik terbaik, konsep, dan taktik dari setiap pendekatan. Melalui
penelitian ini, mereka yang berpartisipasi dalam inovasi sosial bisa mendapatkan
pengetahuan dan arahan yang diperlukan untuk mempromosikan perubahan
masyarakat sambil mencapai tujuan perusahaan jangka panjang.
Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yang menyeluruh,
mengumpulkan data primer melalui diskusi kelompok terfokus dan wawancara
serta data sekunder melalui desk research. Model Logika, Analisis PESTEL dan Analisis SWOT adalah teknik kualitatif yang digunakan untuk memproses dan
menafsirkan data yang diterima. Metode analisis ini membantu mengembangkan
pemahaman komprehensif tentang kewirausahaan sosial yang sukses dengan
memungkinkan penemuan pola, hubungan, dan pengamatan yang mendalam.
Pemangku kepentingan utama menyumbangkan sudut pandang mereka
sendiri dan pengalaman langsung dalam kelompok fokus dan wawancara, yang
membantu menjelaskan kesulitan dan pendekatan ideal untuk kewirausahaan sosial.
Desk research juga melibatkan pengumpulan data sekunder dari sumber terpercaya
seperti publikasi ilmiah dan studi kasus. Identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang,
dan ancaman menjadi lebih mudah dengan analisis kualitatif data, yang juga
memungkinkan penyelidikan yang lebih menyeluruh terhadap aspek politik,
ekonomi, sosial budaya, teknologi, lingkungan, dan hukum yang lebih besar yang
mempengaruhi lanskap kewirausahaan sosial. Tujuan keseluruhan dari penelitian
ini adalah untuk menghasilkan pedoman dan saran yang berguna bagi
wirausahawan sosial, legislator, dan pemangku kepentingan lainnya.
Proyek-proyek yang mungkin dapat diubah menjadi usaha sosial
diidentifikasi oleh studi model logika Global Peace Foundation Indonesia, dengan
sektor perjalanan dan pariwisata yang paling sesuai dengan kriteria. Setelah
penelitian ini, penelitian PESTEL dilakukan untuk mengidentifikasi peluang
menguntungkan di sektor pariwisata yang konsisten dengan nilai-nilai organisasi.
Setelah itu, strategi implementasi dipilih menggunakan Analisis SWOT. Dengan
bantuan analisis ini, Global Peace Foundation Indonesia mengembangkan Value
Proposition Canvas and Social Business Model, yang mengarahkan pendekatannya
ke sektor pariwisata dan memperkuat efek sosialnya.
Membandingkan langkah-langkah transformasi khusus untuk Global Peace
Foundation Indonesia dengan proses Fowler dari perusahaan sosial menunjukkan
sedikit perbedaan dalam cara mereka bekerja. Studi ini merupakan sumber daya
yang bermanfaat bagi Global Peace Foundation serta LSM lain yang tertarik untuk
menjadi perusahaan sosial dan afiliasi lapangan lainnya dari Global Peace
Foundation. Bisnis-bisnis ini dapat memperoleh informasi dan saran yang berguna
untuk berhasil menavigasi perjalanan transformasi mereka sendiri dengan melihat
dan memodifikasi kesimpulan penelitian.
Penelitian Masa Depan tentang topik ini dapat mengeksplorasi peran
penting yang dimiliki kepemimpinan dan mengalokasikan sumber daya manusia
dalam proses transformasi. Komponen kunci dari manajemen personalia akan
diperiksa dalam bidang studi ini, termasuk memilih kandidat terbaik dengan
kualifikasi yang diperlukan, menguraikan tugas mereka, dan menerapkan strategi
kepemimpinan yang kuat untuk mempelopori dan mempertahankan inisiatif
transformasi. Organisasi yang mempertimbangkan atau melakukan transformasi
menjadi perusahaan sosial dapat belajar banyak tentang dinamika sumber daya
manusia yang dibutuhkan untuk keberhasilan implementasi dan keberlanjutan
jangka panjang dengan melihat faktor-faktor ini secara lebih mendalam.
Perpustakaan Digital ITB