Studi ini mengusulkan desain Sistem Manajemen Informasi Pertanian (FIMS) yang komprehensif dan strategi manajemen basis data untuk memenuhi kebutuhan spesifik pertanian Indonesia, dengan penekanan khusus pada rekomendasi pemupukan dan manajemen catatan keuangan. Studi ini menggunakan metodologi Software Development Life Cycle (SDLC) sebagai kerangka kerja untuk mengarahkan desain, pengembangan, dan implementasi sistem. Tujuan dari FIMS adalah untuk menyediakan antarmuka yang mudah digunakan bagi produsen untuk mengakses rekomendasi pemupukan yang akurat berdasarkan persyaratan khusus tanaman dan kondisi tanah setempat. Selain itu, sistem mencakup fungsi catatan keuangan yang kuat untuk membantu produsen dalam mengelola pendapatan, pengeluaran, dan investasi mereka secara efektif. Pendekatan berbasis SDLC yang diusulkan memastikan proses pengembangan yang terstruktur dan metodis, termasuk analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Dengan menggunakan metodologi SDLC, studi ini berupaya mengembangkan FIMS yang terukur, aman, dan dapat dioperasikan yang dapat diintegrasikan secara efektif ke dalam infrastruktur pertanian yang ada di Indonesia. Efektivitas dan kegunaan dari sistem yang diusulkan akan ditentukan melalui pengujian dan evaluasi ekstensif untuk memastikan kesesuaian dan fungsionalitasnya dalam konteks pertanian yang sebenarnya. Pada akhirnya, Sistem Manajemen Informasi Pertanian yang diusulkan, yang dikembangkan menggunakan metode SDLC, bertujuan untuk memberdayakan petani Indonesia dengan rekomendasi pemupukan yang optimal dan pengelolaan catatan keuangan yang efisien, sehingga berkontribusi pada praktik pertanian berkelanjutan dan meningkatkan pendapatan ekonomi bagi bangsa.
Perpustakaan Digital ITB