digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

PLN UIP JBB merupakan salah satu unit bisnis PLN yang bertanggung pada pembangunan infrastruktur kelistrikan dengan area kerja wilayah DKI Jakarta, Provinsi Banten dan sekitarnya. Salah satu proyek strategis nasional PLN adalah proyek transmission line 500 kV Cawang Baru II/Cililitan-Gandul dengan target COD pada tahun 2026. Keterlambatan penyelesaian proyek ini dan tidak terpenuhinya harapan pemangku kepentingan secara maksimal tentu akan berdampak luas baik pada operasional system kelistrikan, dampak kinerja keuangan PLN, dampak sosial, dampak lingkungan, maupun dampak langsung bagi kinerja dan citra PLN UIP JBB. Penelitian ini bertujuan untuk membantu pihak manajemen dalam mengambil keputusan terkait desain transmission line terbaik pada proyek transmission line 500 kV Cawang-Gandul, sehingga penyelesaian proyek dapat tepat waktu serta sesuai dengan harapan pemangku kepentingan. Pada penelitian ini, beberapa pendekatan metodologi digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas dan utuh. Pendekatan Problem Tree Analysis yang digabungkan dengan brainstorming dan teknik wawancara terstruktur digunakan untuk eksplorasi isu-isu bisnis. Dua Pendekatan yang saling melengkapi yaitu Value-Focused Thinking (VFT) dan metode Stakeholder Analysis digunakan untuk merumuskan harapan dari pemangku kepentingan dan akan menjadi pedoman untuk merumuskan alternatif strategi. Dengan teknik wawancara terstruktur, dirumuskan 4 (empat) alternatif strategi dalam bentuk desain transmission line yaitu (1) Compact Lattice Tower; (2) Underground Cable; (3) Combine Design (Compact Lattice Tower + Underground Cable); dan (4) Steel Pole Tower. Pendekatan metodologi berikutnya menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan desain transmission line terbaik dan kemudian dianalisis menggunakan bantuan perangkat lunak Super Decision AHP. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa desain Underground Cable merupakan alternatif desain terbaik yang dapat diimplementasikan pada proyek Cawang-Gandul dengan beberapa keunggulan yaitu minim konflik sosial, mudah dalam tahap implementasi dan pelaksanaan pekerjaan yang relative lebih cepat. Tahap akhir penelitian adalah membuat rencana implementasi, dimana pendekatan yang digunakan adalah metode 5W+1H (What, When, Where, Who, When, dan How).