digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Mark Natama Saragi
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER - MARK NATAMA SARAGI
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 - MARK NATAMA SARAGI
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 - MARK NATAMA SARAGI
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 - MARK NATAMA SARAGI
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 - MARK NATAMA SARAGI
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 - MARK NATAMA SARAGI
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 6 - MARK NATAMA SARAGI
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA - MARK NATAMA SARAGI
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia (PT BPI) merupakan perusahaan farmasi di Indonesia yang sedang memproduksi vaksin COVID-19 dalam negeri. Selama 2 tahun, perusahaan belum mampu menghasilkan keuntungan. Sementara itu, persaingan industri farmasi diproyeksikan akan meningkat pada tahun 2023. Kesiapan perusahaan dalam menghadapi persaingan ini bergantung secara penuh pada kapabilitas inovasi yang dimiliki perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini diarahkan untuk merancang usulan intervensi dalam rangka peningkatan kapabilitas inovasi PT BPI. Berdasarkan kerangka pengembangan organisasi, tahap pertama yang dilakukan adalah entering and contracting yang menghasilkan fakta bahwa PT BPI memiliki masalah terkait dengan kapabilitas inovasi perusahaan. Tahap ini diikuti dengan tahap diagnosis sebagai dasar perancangan intervensi pada tahap planning change. Diagnosis terhadap PT BPI dilakukan menggunakan hasil pengembangan model maturitas kapabilitas inovasi dengan tujuh dimensi tinjauan, yakni strategy, network & partners, structure & governance, performance management, resources & tools, people & culture, dan innovation process. Ketujuh dimensi ini menjadi panduan dalam wawancara semi-structured yang dilakukan untuk mengukur maturitas kapabilitas inovasi PT BPI. Hasil pengukuran maturitas kemudian divalidasi melalui wawancara validasi konten dengan CEO dari PT BPI. Selanjutnya, dilakukan analisis gap dan pemilihan prioritas perbaikan menggunakan metode AHP serta relative comparison method sehingga didapatkan dua komponen potensial yang menjadi prioritas bagi perusahaan. Berdasarkan diagnosis yang dilakukan, kapabilitas inovasi PT BPI memiliki nilai agregat pada tingkat maturitas 4 (high). Nilai agregat ini kemudian ditentukan sebagai kondisi ideal yang ingin dicapai oleh semua dimensi pada model maturitas penelitian pada tahap analisis gap, yang juga merupakan tahap awal planning change. Tahap ini menghasilkan 12 komponen potensial yang teridentifikasi membutuhkan perbaikan. Dari 12 komponen potensial yang teridentifikasi, terdapat dua komponen potensial yang menjadi prioritas bagi perusahaan, yakni peningkatan kapabilitas SDM dan perbaikan prosedur pelatihan pekerja. Oleh karena itu, perancangan intervensi yang dilakukan menghasilkan sebuah rencana pelaksanaan DT yang secara khusus ditujukan untuk meningkatkan penguasaan staff divisi R&D perusahaan akan metode ilmiah yang berkaitan dengan riset dan pengembangan.