digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor unggulan yang berhasil mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 1.6% selama pandemi, meskipun PDB Indonesia mengalami penurunan sebesar 2.1% pada tahun 2020. Salah satu subsektor dari industri makanan dan minuman adalah industri bakery yang menjadi salah satu industri paling kompetitif karena produk & jasanya bersinggungan dengan kebutuhan dasar manusia. Setiap pemain bersaing menawarkan nilai yang lebih tinggi dengan strategi yang berbeda untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar daripada pesaingnya. Namun, dengan bertambahnya pelaku bisnis di industri ini, tidak sejalan dengan peningkatan keterampilan manajemen. Sebagian besar bisnis dimulai tanpa analisis yang tepat dan pengetahuan manajemen yang memadai. Pinnamon merupakan salah satu pemain di industri bakery di Pekanbaru yang berdiri sejak awal tahun 2019. Mengusung produk yang unik dan konsep yang berbeda, Pinnamon mencoba mengambil pasar bakery melalui produk andalannya yaitu Pinnamon, Cinnamon roll berbahan dasar pastry khas Denmark yang diisi selai nanas. Covid-19 pandemi dan beberapa pembatasan dari pemerintah membuat penjualan menurun. Namun, setelah covid mulai pulih beberapa waktu lalu, penjualan sulit bangkit kembali seperti keadaan awal, dan level pembelian kembali oleh customer dapat dikatakan sangat rendah, hanya 10%. Solusi ditujukan untuk meningkatkan nilai yang ditawarkan pinnamon dan mempertahankan pelanggan melalui peningkatan bauran pemasaran dan strategi loyalitas merek untuk meningkatkan penjualan. Eksplorasi terhadap masalah bisnis dimulai dengan melakukan analisa internal yakni dengan melihat bauran pemasaran, sumber daya serta kapabilitas perusahaan. Selanjutnya, analisa eksternal dilakukan dengan melihat kondisi lingkungan secara makro, analisa industri, analisa pesaing dan proses pembelian pelanggan dan riset ini menggunakan metode campuran. Analisa SWOT dilakukan untuk mengidentifikasi solusi dari kapabilitas internal serta peluang dan ancaman eksternal. Setelah menyelesaikan survey yang diisi oleh 108 pelanggan dan wawancara dengan 10 pelanggan, dapat disimpulkan bahwa produk unggulan dari Pinnamon hanya dapat diterima di ceruk pasar yang sempit, kualitas produk menurun, produk yang undervalue, harga yang tinggi, tempat yang kurang strategis serta tempat parkir yang sempit, kurangnya promosi di media sosial & digital, bukti fisik yang standar, dan kurangnya aspek loyaltitas pelanggan.