digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Senka Group mberupakan group perusahaan yang telah berdiri selama 5 Tahun. Group Perusahaan ini terdiri dari 3 perusahaan yang bergerak di bidang berbeda yaitu, Senkatech yang bergerak di bidang consultant IT, Sevaka Tour yang bergerak di bidang Tour and travel, dan Smartani yang bergerak di bidang Agribisnis. Pada tahun 2022 salah satu perusahaan Group yaitu Smartani mengalami penurunan laba yang signifikan. Sehingga hal ini memaksa Smartani untuk melakukan keputusan strategis yaitu memperbesar pasarnya dengan cara masuk kebisnis aquaculture baru tilapia dan kepiting. Keputusan ini diharapkan akan berdampak pada peningkatan keuntungan. Atas dasar tersebut maka dilakukanlah studi kelayakan bisnis dari segi finansial. Dalam melakukan financial feasibility study penulis terlebih dahulu melakukan analisis internal dan external untuk melihat apakah perusahaan secara kapabilitas dam sumberdaya mampu untuk membuka bisnis baru dan apakah kondisi lingkungna external perusahaan memang mendukung perusahaan. Analisis internal dilakukan dengan analisis sumberdaya, kapabilitas dan core competencies perusahaan sedangkan analisis eksternal menggunakan PEST (Politic, Economy, Social, dan Technology) dan Porter’s 5 forces. Kemudian dilanjutkan dengan financial feasibility study menggunakan capital budgeting analisis dengan kriteria investasi sebagai berikut:Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PBP) dan Profitability Index (PI). Hasil akhir menunjukkan bahwa secara internal dan lingkungan external perusahaan mendukung untuk membuka bisnis baru. lebih lanjut hasil studi kelayakan ini menyatakan dari dua bisnis yang akan dibuka, hanya satu bisnis yang dikatakan layak yaitu bisnis tilapia dengan NPV sebesar Rp 4,418,757,770,.86, IRR 148%, PBP 0.38 dan PI sebesar 35.34. Sedangkan bisnis kepiting tidak layak dijalankan karena memiliki NPV yang negative yaitu sebesar Rp -157,881,410.02. Dengan demikian dapat disumpulkan perusahaan dapat membuka bisnis untuk tilapia.